Showing posts with label SMK Kelas XI. Show all posts
Showing posts with label SMK Kelas XI. Show all posts

Penawaran

5:00 PM Add Comment
Pengertian Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.
Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan.
Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun.

B. Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang.Hukum ini juga tidak berlaku mutlak cateris paribus. Dengan demikian terjadi perbedaan antara hukum penawaran dengan hukum permintaan.
Coba bedakan di antara keduanya!

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi jumlah yang Ditawarkan
1. Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
2. Biaya produksi (input)
3. Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
4. Harapan keuntungan
5. Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan
6. Kebutuhan akan uang tunai
7. Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa
8. Harapan harga masa yang akan dating
9. Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran

D. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.

Permintaan

4:59 PM Add Comment
Materi 4. Permintaan dan Penawaran

A. Pengertian Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.

Contoh:
Seorang siswa SMU Terbuka membutuhkan buku tulis, yang berasal dari uang saku yang dikumpulkan. Di toko buku siswa tersebut mengadakan tawar-menawar dan disepakati harga sebuah buku Rp.2.500,00 dengan isi 40 lembar. Sesuai dengan kemampuannya, maka siswa tersebut membeli 4 buah buku tulis. Contoh tersebut di atas adalah contoh permintaan perseorangan. Jika dalam satu sekolah buku tersebut pada harga Rp.2.500,00, jumlah pembeli 100 orang dengan jumlah yang dibeli 500 buah, merupakan contoh permintaan pasar.

Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
1. Permintaan absolut (absolut demand).Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
2. Permintaan efektif (effective demand)Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.

B. Hukum Permintaan
Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”.
Hukum permintaan berbanding terbalik dengan harga.

Contoh:
Jika harga kendaraan turun dari mahal ke murah, jumlah yang membeli semakin banyak dan sebaliknya jika harga kendaraan naik dari murah ke mahal, maka jumlah yang membeli semakin sedikit.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
1. Harga barang itu sendiri
Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang ya Pendapatan masyarakat
Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. ng diminta
2. Intensitas kebutuhan
Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda
3. Distribusi Pendapatan
Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun
4. Pertambahan penduduk
Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
5. Selera (Taste)
6. Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan.
7. Barang pengganti (substitusi)
Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya
Contoh:
Pada saat harga beras naik sangat tinggi, maka masyarakat yang tidak mampu akan beralih membeli jagung sebagai pengganti beras.
D. Kurva Permintaan
Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena
Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil.
Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi membeli karena mampu.

Teori Perilaku Konsumen dan Produsen

4:58 PM Add Comment
Materi 3. Prilaku Konsumen Dan Produsen

A. Manfaat Dan Nilai Suatu Barang
1. Manfaat Dan Nilai Suatu Barang
Barang dan jasa diperlukan manusia karena mengandung nilai-nilai tertentu yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan hidupnya. Nilai-nilai tersebut disebut nilai guna. Nilai guna bersifat subyektif karena nilai guna suatu barang/ jasa bagi setiap manusia berbeda.
2. Kegunaan Benda
Suatu barang/ benda mempunyai nilai guna karena dapat digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan, sehingga nilai kegunaannya dapat direkayasa. Kegunaan benda dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Utility of form
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila bentuk benda tersebut diubah dari bentuk asalnya. Contoh: sebidang kayu akan lebih berguna bila dibuat kursi dan meja.
b. Utility of place
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila diindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Contoh: surplus hasil panen di suatu daerah mungkin akan terbengkalai karena tidak laku dijual di daerah tersebut dan bahkan menjadi busuk. Namun apabila hasil panen itu dipindahkan ke tempat lain, suatu daerah yang kekurangan, maka nilai kegunaannya aka bertambah.
c. Utility of time
Suatu benda akan bertambah kegunaannya bila dikaitkan dengan waktu penggunan benda tersebut. Contoh: jas hujan akan berguna pada musim hujan.
d. Utility of possessio/ ownership
Suatu benda akan meningkat kegunaannya bila terjadi perpindahan kepemilikan/ dimiliki orang yang tepat. Contoh: kamar hotel akan berguna bila disewa orang.
3. Nilai Obyektif dan Nilai Subyektif
a. Nilai obyektif
Yaitu nilai yang didasarkan pada barang atau jasanya. Suatu barang mempunyai nilai obyektif karena dapat memuaskan banyak orang. Contoh: beras, tepung, pakaian.
b. Nilai subyektif
Yaitu nilai yang didasarkan pada sudut pandang/ kepentingan orang yang membutuhkannya.
c. Nilai Pemakaian dan Penukaran
1) Nilai Pemakaian (value in use)
Yaitu nilai barang/ jasa yang digunakan orang-orang untuk memuaskan kebutuhan hidupnya
2) Nilai penukaran
Yaitu penghargaan terhadap barang/ jasa karena dapat ditukarkan dengan barang/ jasa lain.
Suatu barang/ jasa baru akan mendapatkan penghargaan, bila:
-Manusia memerlukan barang/ jasa tersebut
-Barang/ jasa diperkirakan dapat dipergunakan untuk memuaskan kebutuhan manusia
-Persediaan barang/ jasa tersebut jumlahnya terbatas.

B. Perilaku Konsumen
1. Konsumsi
Adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi/ menghabiskan faedah suatu benda dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
a. Ciri-ciri dan pembagian benda konsumsi
1) Ciri-ciri benda konsumsi, yaitu:
a) Benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup
b) Manfaat, nilai, ataupun volume benda-benda yang digunakan tersebut akan habis sekaligus/ berangsur-angsur.
2) Benda konsumsi dapat dibedakan menjadi:
a) Benda yang habis dalam sekali pemakaia. Contoh: makanan, minuman, dan obat-obatan.
b) Benda yang pemakaiannya berulang-ulang atau pemakaiannya dalam waktu relatif lama. Contoh: baju, tas, dan sepatu.
b. Tujuan kegiatan konsumsi
Adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung.
c. Pola konsumsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi faktor pola konsumsiseorang konsumen, antara lain:
1) Penghasilan
2) Pendidikan
3) Tempat tinggal dan iklim
4) Agama/ kepercayaan
5) Umur
6) Kebangsaan
7) Pekerjaan
2. Konsumen
Adalah pihak yang membutuhkan barang/ jasa sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
a. Penggolongan konsumen
Berdasarkan kenyataan yang ada di pasar, kita dapat membagi konsumen menjadi 3, yaitu:
1) Konsumen akhir
Yaitu pembeli di pasar umum (cosumer market) di pasar tradisional maupun modern. Terdiri dari keluarga rumah tangga konsumsi.
2) Konsumen industri
Yaitu pembeli di pasar industri (industrial market), yakni pasar khusus barang-barang untuk keperluan industri, seperti bahan baku produksi, perlengkapan produksi, dan peralatan industri. Terdiri orang-orang dari rumah tangga perusahaan/ produksi.
3) Konsumen antara penjual/ pedagang.
Yaitu para pembeli di pasar ulang (reseller market), yakni pasar pedagang perantara/ pasar penjual ulang. Terdiri orang-orang dan wakil perusahaan yang disebut sebagai perantara dalam penjualan, perdagangan, makelar, distributor, dll.
b. Watak konsumen
Menurut Koler (1984) para konsumen terpengaruh oleh:
1) Sifat-sifat budaya
2) Kebudayaan (culture) adalah sumber paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang.
3) Sosial
4) Pribadi
Faktor yang mempengaruhi seorang konsumen:
a) Usia dan tahapan siklus hidup
b) Pekerjaan
c) Keadaan ekonomi/ penghasilan
d) Gaya hidup dan selera
e) Kepribadian dan konsep diri
5) Psikologis
Faktor utama yang mempengaruhi pembeli:
a) Motivasi
b) Persepsi
c) Belajar
d) Kepercayaan

3. Teori Perilaku Konsumen
Adalah upaya orang-orang untuk memenuhi berbagai jenis kebutuhannya, baik barang atau jasa, melalui upaya pemenuhan sendiri maupun dengan menggunakan daya beli yang dimiliki.
a. Nilai Guna Total dan Nilai Guna Marjinal
1) Nilai guna total ( total utility)
Yaitu tingkat kepuasan yang dinikmati konsumen saat/ setelah mengkonsumsi sejumlah barang/ jasa tertentu secara keseluruhan. Contoh: suatu kecenderungan pembelian durian di tiap kios buah dan supermarket, pada Minggu I jumlah durian yang terjual oleh pemasok adalah 15 ton dan Minggu II 20 ton, berarti nilai guna total durian sebesar 5. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepuasn total konsumen terhadap durian.
2) Nilai guna marjinal ( marginal utility)
Yaitu perubahan kepuasan yang dinikmati dari setiap barang/ jasa yang dikonsumsi. Contoh: suatu potong kue I mempunyai nilai guna total 20, kemudian satu potong II menghasilkan nilai guna total 35, sehingga nilai guna marjinalnya adalah 15.
b. Nilai Guna dan Kepuasan
Teori kardinal dan masalah kepuasan
Disebut sebagai teori nilai guna dengan mengkuantifikasikan ( menghitung tingkat) kepuasan.
1) Kepuasan yang semakin menurun (Hukum Gossen I)
Contoh: dalam kehidupan sehari-hari adalah bila seseorang mengkonsumsi air minum. Bagi oarang yang sedang haus, air dalam gelas I mempunyai nilai yang sangat tinggi karena mampu melepaskan kehausannya. Kemudian air gelas II masih mempunyai nilai tinggi karena akan memenui kepuasannya. Namun kepuasan dari air dalam gelas berikutnya sudah berkurang. Apalagi kalau ditambah dengan air gelas berikutnya, sudah dianggap tidak memuaskan lagi.

konsumsi air minum nilai guna total nilai guna marjinal

Pertama 40 40
Kedua 70 30
Ketiga 90 20
Keempat 100 10
Kelima 100 0
Keenam 90 -10

Bunyi Hukum Gossen I: Hukum Nilai guna marginal yang semakin menurun
“Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus menerus, maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai batas jenuh”
2) Dampak penurunan ilai guna total terhadap nilai marjinal
Hukum Gossen I memperlihatkan turunnya kepuasan setelah melampaui tngkat kepuasan maksimal. Dampak dari penurunan nili guna total ini berbanding lurus dengan nilai marjinal. Sehingga apabila nilai guna total turun maka nilai guna marjinal juga turun”.
3) Keseimbangan nilai guna (Hukum Gossen II)
Contoh: jika seseorang merasakan lapar dan haus maka ia butuh makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhannya. Ia kemudian membeli makanan dan minuman sampai ke batas kekenyangannya. Seandainya uangnya sisa ikan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
Bunyi Hukum Gossen II:
“pada dasarnya, orang berusaha supaya kebutuhannya yang berbagai jenis itu dipenuhi secara harmonis. Dengan kata lain setiap orang akan berusaha memenuhi berbagai kebutuhannya sedemikian rupa, hingga dicapai suatu keseimbangan”.
Dengan kata lain :
“Jika konsumen melakukan pemenuhan kebutuhan akan berbagai jenis barang dengan tingkat pendapatan dan harga barang tertentu, konsumen tersebut akan mencapai tingkat optimisasi konsumsinya pada saat rasio marginal utility (MU) berbanding harga sama untuk semua barang yang dikonsumsinya.”


C. Perilaku Produsen
1. Produksi
Adalah kegiatn menambah faedah suatu benda/ menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
a. Tujuan kegiatan produksi
Adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi.
b. Faktor-faktor produksi
Yaitu segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa. Antara lain:
1) Alam
Ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi.
2) Tenaga kerja
Merupakan faktor produksi insani yang secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi.
3) Modal
Sebagai penunjang dalam mempercepat/ menambah kemampuan dalam memproduksi.
4) Keahlian
Merupakan faktor yan sangat penting dalam menentukan maksimal/ tidak hasil suatu proses produksi.
c. Macam-macam sifat produksi yang dapat dipilih produsen:
1) Produksi satuan
2) Produksi masa
3) Produksi seri
4) Produksi pesanan
2. Produsen
Adalah para individu/ badan yang mempunyai kegiatan membuat barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mendistribusikannya, serta menjualnya kepada konsumen.
3. Teori Perilaku Produsen
Erat kaitannya dengan:
-Menjadi kreator dan desainer dalam penciptaan barang/ jasa.
-Memilih, mengkombinasikan faktor-faktor produksi dan teknologi, serta
mendyagunakan secara efisien.
-Memilih tempat dan menata letak mesin untuk proses produksi.
-Melaksanakan proses produksi untuk meningkatkan daya guna barang/ jasa dan
memperbanyak persediaan barang/jasa untuk kepentinga masyarakat.
-Mendistribusikan dan menjual barang/ jasa kepada konsumen.
a. Klasifikasi faktor produksi
1) Faktor produksi tetap
Yaitu faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya dalam waktu tertentu. Contoh: gedung dan mesin.
2) Faktor produksi variabel
Yaitu faktor produksi yang dapat diubah dengan cepat dalam jangka pendek. Contoh: tenaga kerja dan bahan baku.
Keputusan yang diambil produsen berkaitan dengan penggunaan faktor produksi dapat dibedakan atas dua jangka waktu, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
b. Perluasan produksi
Dapat dilakukan dengan jalan menambah faktor produksi (ekstensifikasi) atau meningkatkan produktivitasnya (intensifikasi). Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan sarana yang ada dengan memperhatikan:
1) Keterbatasan faktor produksi
2) Besar kecilnya pengaruh penambahan input terhadap output.
Dalam meningkatkan produksi pertanian, perlu diteliti kombinasi penambahab input yang diperkirakan akan memberikan output paling besar (paling maksimal)
3) Produk total, produk marjinal, produk rata-rata
Jumlah output yang dihasilkan selama periode waktu tertentu disebut sebagai produk total (total product -TP). Sedangkan pertambahan output yang dihasilkan dari pertambahan satu unit faktor produksi variabel (misal: tenaga kerja) dinamakan produk marjinal (marginal product-MP). Jika produk total dibagi dengan jumlah faktor produksi variabel yang digunakan untuk memproduksi, maka akan dihasilakn produk rata-rata (average product-AP).
4) Hukum produk marjinal yang semakin menurun
Mula-mula penambahan jumlah pekerja tentu akan meningkatkan hasil produksi. Namun jika pekerja terus ditambah, tempat/ lahan produksi menjadi terlalu sesak oleh pekerja dan hasil kerja mereka tidak lagi maksimal.

Motif Ekonomi, Prinsip Ekonomi dan Politik Ekonomi

4:54 PM Add Comment
Materi 2. Motif Ekonomi, Politik Ekonomi dan Prinsip Ekonomi
A. Motif Ekonomi
Motif dapat disamakan pengertiannya dengan dorongan atau alasan. Motif atau dorongan dalam banyak hal tergantung dari beberapa faktor. Ada faktor dari dalam dan ada faktor dari luar. Faktor pendorong dari dalam tergantung dari kepribadian seseorng. Ada orng yang motivasinya tinggi untuk melalukan sesuatu tidak cepat merasa puas, selalu ingin melakukan sesuatu tidak cepat merasa puas, selalu ingin menemukan hal- hal baru dan berani mengambil resiko. Tipe manusia seperti ini adalah tipe manusia wirausahawan. Sebaliknya, ada orang yang motivasinya lemah untuk berbuat sesuatu, kurang mau bisnis, bersifat statis, suka menerima penghasilan tetap, dan cepat merasa puas menerima keadaan. Sementara itu, faktor pendorong dari luar muncul dari lingkungan sekitar individu, seperti keluarga, teman, suami/ istri, atau relasi. Misalnya dorongan dari keluarga yang menyarankan seseorng untuk mencari pekerjaan yang layak atau membuka usaha yang lain untuk meningkatkan taraf hidup.
Pengertian motif ekonomi
Motif ekonomi adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran. Dengan motif ekonomi orang melakukan kegiatan ekonomi, misalnya memproduksi suatu barang atau menjalankan sebuah perusahaan. Akan tetapi yang jelas motif ekonomi mula-mula adalah dorongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga. Setelah hasrat diri terpenuhi barulah muncul kehendak mensejahterakan pihak lain, atau pun tetap ada hubungannya dengan yang termotivasi.
Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek :
1. Motif intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas kemauan sendiri
2. Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi atas dorongan orang lain.
Berbagai Motif Ekonomi
1. Motif Ekonomi Individu/ perorangan
Adalah dorongan untuk kesejahteraan diri sendiri dan keluarga.
Macam motif ekonomi individu antara lain:
a. Motif mencapai kemakmuran (meningkatkan taraf hidup)
Manusia berusaha memenuhi kebituhan hidupnya baik jasmani maupun rohani dengan tujuan mencapai kemakmuran (keseimbangan antara kebutuhan dengan alat pemenuhan kebutuhan). Dalam kedaan makmur manusia dapat memenuhi kebutuhan makanan yang bergizi, tempat tinggal yang layak, pendidikan yang tinggi dsb.
b. Motif memperoleh penghargaan (aktualisasi diri/ harga diri)
Motif menunjukan gengsi atau prestis dan harga diri manusia melalui dorongan ekonomi guna memperoleh penghargaan. Misalnya: orng yang kaya selalu berkendaraan mobil mewah agar terlihat terpandang oleh orang-orang di sekitarnya.
c. Motif mencapai kekuasaan ekonomi
Seorang pelaku bisnis yang sudah bersekala besar ingin lebih menguasai pasar secara nasional dengan mendirikan cabang-cabang di setiap kota. Motif pelaku bisnis tersebut didasari dorongan untuk mencapai kekuasaan.
d. Motif sosial / membantu sesama
Tidak semua manusia dalam bertindak ekonomi di dorong untuk kepentingan diri sendiri, tetapi ada pula yang berorientasi kepadakepentingan sosial guna membantu sesama, misalya memberi sumbangn pada panti asuhan, yayasan tuna netra dll.

2. Motif ekonomi perusahaan
Perusahaan mempunyai tiga motif ekonomi, yaitu:
a. Motif memproduksi barang dengan harga murah
Dalam rangka menang dalam persaingan, perusahaan memiliki motif untuk memproduksi barang dengan harga murah tetapi mempunyai mutu tinggi.
b. Motif mencari keuntungan
Setiap perusahaan termotivasi melakukan kegiatan adalah dalam rangkamencari keuntungan. Dengan kata lain, perusahaan selalu berorientasi pada keuntungan. Keuntungan inilah yang menjadi motor penggerak dalam menjalankan usaha.
c. Motif menjaga kontinuitas perusahaan
Perusahaan didirikan dalam waktu yang tidak terbatas, tetapi perusahaan tetap ada jika kesinambungannya dijaga yaitu tetap memiliki laba. Dengan demikian, pihak-pihak yang ada diperusahaan tetap dapat melakukan aktivitasnya.

B. Prinsip Ekonomi
Pengertian Prinsip Ekonomi
Manusia dihadapkan pada pilihan atau alternatif. Dalm menghadapi pilihan tersebut kita harus memilih mana yang paling menguntungkan. Misalnya ketika kita akan berangkat sekolah dihadapkan pada pilian naik bis kota atau taksi. Naik bis kota tarifnya murah, tetapi kurang nyaman dan membutuhkan waktu lebih lama, sedangkan bila naik taksi sebaliknya. Untuk itu perlu ada pedoman dalam memilih alternatif tersebut. Dalam ekonomi, pedoman bertindak eknomi adalah prinsip ekonomi.
Prinsip ekonomi dapat diartikan dengan tindakan untuk mendapatkan hasil yang maksimum dengan pemanfaatan biaya tertentu. Atau dengan faktor produksi tertentu berusaha untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Prinsip ekonomi harus diberlakukan sesuai denan faktor kelangkaan yang telah kita bicarakan sebelumnya. Didorong engan faktor kelangkaan, maka faktor faktor produksi yang ada harus digunakan semaksimal mungkin dalam rangka menghasilkan barang dan jasa.
Ciri- ciri prinsip ekonomi
1. Selalu bersikap hemat
2. Selalau menentukan skala prioritas (kebutuhan yang mendesak atau penting didahulukan dan diurutkan sampai kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak)
3. Selalu bertindak dengan rasional dan ekonomis (melalui perencanaan yang matang)
4. Selalu bertindak dengan prinsip cost and benefit (pengeluaran biaya diikuti dengan hasil yang ingin diperoleh)
Penerapan prinsip ekonomi dalam kegiatan ekonomi
1. Prinsip ekonomi produksi
Adalah menghasilkan barang yang mendatangkan keuntungan besar, melalui:
• Memproduksi barang yang dibutuhkan masyarakat
• Memproduksi barang dengan biaya semaksimal mungkin
• Memproduksi barang yang berkualitas

2. Prinsip ekonomi penjual
Adalah berusaha memperoleh keuntungan maksimal, melalui:
• Menjual barang yang dibutuhkan dan sesuai selera masyarakat
• Memberi pelayangan yang baik
• Menjual barang yang terjangkau konsumen
• Membeli barang semurah mungkin

3. Prinsip ekonomi konsumen
Adalah berusaha memenuhi kebutuhannya dengan tingkat kemampuan yang maksimal, melalui:
• Memilih barang yang benar-benar diperlukan
• Dapat memilih barang dan jasa yang baik dan terjamin
• Membeli barng sesuai dengan kemampuan

C. Politik Ekonomi
Meskipun para pelku ekonomi telah menjalankan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi yang dilakukan secara hati-hati bukan berarti semua itu akan berjalan tanpa kendala. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah perencanaan dan strategi yang disebut sebagai kebijakan ekonomi. Starategi atau kebijakan ini biasa dikenal sebagai politik ekonomi.
Politik adalah upaya ingin memperbaiki kehidupan masyarakat. Jadi sebenarnya secara murni orang berpolitik tujuannya adalah memperbaiki keadaan. Politik ekonomi adalah keseluruhan kebijakan yang dijalankan untuk memperbaiki keburukan ekonomi yang sedang berlangsung atau untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Contoh politik ekonomi antara lain: penetapan harga maksimum, penetapan upah minimum regional, kebijakan perdagangan internasional dengan mendorong ekspor dan lain-lain. Contoh lainnya misalnya untuk memperbaiki inflasi maka pemerintah atau pemegang otoritas moneter dalam hal ini Bank Indonesia akan melaksanakan politik ekonomi yang disebut politik moneter. Politik moneter atau tindakan moneter yang dijalankan untuk menekan laju inflasi adalah menaikkan diskonto, melaksanakan operasi pasar terbuka, dan meningkatakan cadangan untuk bank-bank komersial.

Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya

4:53 PM Add Comment
Materi 1. Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya
A. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi sebagai kegiatan ekonomi utama
a. Produksi
Produksi adalah upaya atau kegiatan untuk menambah nilai pada suatu barang. Arah kegiatan ditujukan kepada upaya-upaya pengaturan yang sifatnya dapat menambah atau menciptakan kegunaan (utility) dari suatu barang atau mungkin jasa.
Tujuan Produksi
Tujuan kegiatan produksi adalah sebagai berikut:
a) Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga maupun rumah tangga produksi.
b) Untuk mengganti barang yang rusak (aus) atau barang yang habis
c) Untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi serta penduduk yang semakin meningkat.
d) Untuk memenuhi pasar Internasional.
e) Untuk mendapatkan keuntungan.
f) Untuk meningkatkan kemakmuran.
b. Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan baik secara langsung maupun berangsur-angsur
Tujuan Konsumsi
1. mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.
2. menghabiskan nilai guna barang sekaligus.
3. memuaskan kebutuhan secara fisik.
4. memuaskan kebutuhan rohani.
c. Distribusi
Distribusi merupakan setiap tindakan atau usaha yang dilakukan baik oleh orang atau lembaga yang ditujukan untuk menyalurkan barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Produsen perlu memikirkan saluran yang bagaimana yang akan dipilih untuk menyalurkan barang dan jasanya dengan tepat dan biaya murah.

• Tujuan Distribusi
Tujuan distribusi adalah untuk menyampaikan barang dan jasa dari tempat produsen ke tempat pengguna atau pemakai.
• Fungsi Distribusi
Peranan atau fungsi distribusi adalah sebagai berikut:
1. Memperlancar arus penyaluran barang dan jasa kepada penguna-penguna dapat berupa produsen yang menggunakan bahan dasar maupun pengguna akhir
2. Menyampaiakan barang dan jasa dari produsen sampai ke tangan pengguna.
• Saluran Distribusi
1. Distribusi langsung dari produsen ke konsumen
Perpindahan atau pergerakan material dilakukan secara langsung dari produsen ke konsumen. Contohnya adalah peternak mengirimkan susu ternaknya langsung ke rumah konsumen atau melalui toko pengecer miliknya sendiri dan melalui pos.
2. Saluran tidak langsung
• Produsen – pengecer – konsumen
Contoh barang yang didistribusikan dengan cara semacam ini adalah alat-alat rumah tangga, furniture, dan alat-alat sekolah. Terkadang produsen membuat gudang-gudang cabang untuk memenuhi permintaan produk di daerah lain.
• Produsen – grosir – pengecer
Barang yang disitribusikan dengan cara ini adalah yang tahan lama dan mudah didapatkan seperti barang yang terbuat dari logam, obat-obatan, dan bahan makanan.
B. Pelaku – pelaku ekonomi
a. Rumah Tangga Keluarga/ Konsumen
Rumah tangga keluarga/ konsumen adalah pelaku ekonomi yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil. Rumah tangga keluarga adalah pemilik berbagai faktor produksi. Faktor-faktor produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja, tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti tanah dan bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga keluarga akan ditawarkan kepada sektor perusahaan.
b. Rumah Tangga Produsen/ Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
c. Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
d. Masyarakat luar negeri
Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
C. Peran dan pola interaksi pelaku ekonomi
 Peran Pelaku Ekonomi
a. Peran rumah tangga produsen sebagai pelaku ekonomi:
• Sebagai Produsen: menghasilkan barang dan jasa
• Pengguna factor produksi: menggunakan factor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
• Agen pembangunan: membantu pemerintah dengan menjalankan kegiatan pembangunan.
• Sebagai distributor: sebagai mata rantai penyaluran barang dalam rangka melayani konsumen

b. Peran rumah tangga konsumen sebagai pelaku ekonomi:
 Rumah tangga berperan sebagai pemasok faktor-faktor produksi kepada perusahaan untuk kegiatan produksi.
 Rumah tangga berperan sebagai pemakai (konsumen) barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
c. Peran pemerintah sebagai pelaku ekonomi:
 Peran pemerintah sebagai pengatur
 Peran pemerintahh sebagai pengontrol
 Peran pemerintah sebagai penguasa
 Peran pemerintah sebagai konsumen
 Peran pemerintah sebagai produsen/ investor
d. Peran masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi:
 Masyarakat luar negeri sebagai konsumen
 Masyarakat luar negeri sebagai produsen
 Masyarakat luar negeri sebagai investor
 Sumber tenaga ahli

 Pola interaksi pelaku ekonomi
Dalam melakukan kegiatan ekonomi, keempat pelaku ekonomi yang telah kita bicarakan tadi saling berinteraksi satu sama lain sesuai dengan ragam transaksi yang dilakukan. Rumah tangga keluarga membeli barang-barang konsumsi dari rumah tangga produsen. Sebaliknya rumah tangga produsen membeli faktor-faktor dari rumah tangga keluarga. Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah dan sebaliknya pemerintah membangun berbagai sarana prasarana umum yang kesemuanya untuk kepentingan rumah tangga keluarga dan produsen.rumah tangga keluarga, produsen, pemerintah mengekspor barang ke luar negeri. Sebaliknya, dari masyarakat luar negeri kita juga mengimpor barang,

Pasar Persaingan Monopolistis dan Ciri-cirinya

5:14 AM 2 Comments
Apa sih yang dimaksud dengan Pasar Persaingan Monopolistik ? Lalu apa bedanya dengan pasar persaingan sempurna dengan pasar monopoli ? Pasar persaingan monopolistiks pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu sifat¬-sifat ia mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistik dapat didefinisikan sebagai suatu pasar di mana terdapat bayak produsen yang men,ghasilkan barangyang berbeda corak (dierenfiated produds). Ciri-ciri selengkapnya pasar persaingan monopolistis adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

1. Terdapat Banyak Penjual
Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian ia tidak sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila di dalam pasar sudah terdapat beberapa puluh perusahaan, maka struktur pasar tersebut sudah dapat dikataka sebagai persaingan monopolistis. Yang penting, tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaan-perusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan produksi suatu perusahaan relatif sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksiyang terdapat didalam industri/keseluruhan pasar.

2. Ruangnya Bersifat Berbeda Corak
Ciri ini merupakan sifat yang penting dalam membedakan antara pasar persaingan monopolistis dengan pasar persaingan sempurna. Seperti telah diterangkan, dalam persaingan sempurna produksi berbagai perusahaan adalah serupa. Oleh karenanya sukar untuk membedakan barang yang diproduksi oleh suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Produk suatu perusahaan dalam pasar persaingan monopolistiks berbeda coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan diantara produksi suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Disamping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut, terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pengemasannya, perbedaan dalam pelayanan purna jual, perbedaan cara pembayarannya dan lain-lain. Sebagai akibat dari perbedaan-perbedaan tersebut, maka barang yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna(perfect substitute) terhadap barang yag diproduksi oleh perusahaan lain. Barang tersebut hanya merupakan barangpengganti yang dekat(close substitute).

3.Mempunyai Sedildt Kekuasaan Mempengaruhi Harga
Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, yang tidak mempunyai kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga. Namun demikian pengaruhnya relatif kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan oligopoli dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga oleh perusahaan monopolistiks bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated product. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih barang dari sesuatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang yang dihasilkan oleh perusahaan lainnya. Maka apabila sesuatu perusahaan menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli meskipun jumlah pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum terjadinya enaikan harga tersebut. Sebaliknya jika perusahaan persaingan monopolistiks tersebut menurunkan harga, tidaklah mudah untuk menjual semua barang yang diproduksinya. Banyak diantara konsumendalam pasar persaingan monopolistiks masih membeli tetap membelibarang yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lain, walaupun harganya sudah menadi relatif lebih mahal.

4. Hambatan Masuk kedalam Industri Relatif Mudah.
Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kelitan. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di didalam pasar oligopoli dan monopoli. Tetapi unuk masuk kedalam industri/pasar tidaklah semudah seperti dalam pasar persaingan sempurna. Beberapa faktor menyebabkan hal tersebut adalah : Pertama ialah karena modal yang diperlukan adalah relatif besar kalau dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna. Kedua ialah karena perusahaan tersebut harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia di pasar, dan mempromosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan. Maka perusahaan baru pada dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar, dan harus meyakinkan konsumen akan kebaikan mutu barang tersebut.

5. Persaingan Mempromosi Penjualan Sangat Aktif
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistiks. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu perusahaan lain, mungkin harga barangnya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan. Keadaan seperti disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak.Hal ini menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi citarasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan bukan-barga (non price competition). Persaingan yang demikian itu antara lain adalah dalam memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik , dan sebagainya.

Demikianlah semoga bermanfaat, tetaplah di www.ips.web.id

Pasar Oligopoli dan Ciri-cirinya

5:11 AM 2 Comments
Bahasan utama pada pelajaran kali ini adalah tentang Pasar Oligopoli dan Ciri-cirinya. Sehingga kita dapat membedakannya dengan pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli serta dapat mengidentifikasikan ciri-ciri dari pasar oligopoli.

Pasar oligopoli adalah struktur pasar yang hanya terdiri dari sekelompok kecil atau beberapa perusahaan saja yaitu antara 2 – 10 perusahaan. Adakalanya pasar oligopoli terdiri dari dua perusahaan saja, dan pasar seperti ini disebut Duopoli Biasanya struktur dari industri dalam pasar oligopoli adalah: terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian
pasar oligopoli misalnya 70 sampai 80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan dan di samping itu terdapat pula beberapa perusahaan kecil. Beberapa perusahaan golongan pertama (yang menguasai pasar) sangat saling mempengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu daripadanya sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya. Sifat tersebut menyebabkan setiap perusahaan harus mengambil keputusan yang berhati-hati di dalam mengubah harga, membuat desain, mengubah teknik memproduksi dan sebagainya. Sifat saling mpengaruhi (mutual interdependence) ini merupakan sifat yang khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli, yang tidak terdapat dalam bentuk pasar lainnya.

Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoli banyak terdapat karena teknologi sangat modern. Teknologi modern mencapai efisiensi yang optimum hanya sesudah jumlah produksi mencapai tingkat yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan pengurangan jumlah perusahaan dalam industri.
Di samping sifat penting yang baru diterangkan ini, pasar oligopoli mempunyai beberapa ciri khas yang lain. Ciri-ciri tersebut diterangkan dalam uraian berikut.

1.Produk yang dijual barang standar maupun barang berbeda corak

Adakalanya perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang standar (standardized product). Industri pasar oligopoli yang demikian sifatnya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah seperti produsen bensin, industri baja dan aluminium dan industri bahan baku industri semen dan bahan bangunan. Di samping itu banyak pula pasar oligopoli yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak (d!jerenfiatedproduct). Barang seperti itu pada umumnya adalah barang akhir. Contoh dari pasar oligopoli yang menghasilkan barang akhir adalah industri mobil dan truk, industri rokok, dan industri sabun cuci dan sabun mandi.


2.Kekuasaan untuk menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tagguh.

Dari dua kemungkinan ini, yang mana yang akan wujud tergantung kepada bentuk kerjasama di antara perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli.
Tanpa ada kerjasama, kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas. Apabila ada suatu perusahaan menurunkan harga, dalam waktu yang singkat ia akan menarik banyak pembeli. Perusahaan yang kehilangan pembeli akan melakukan tindakan balasan deagan.mengurangi,harga yang lebih besar lagi sehingga akhirnya perusahaan yang mula-mula menurun harga akan kehilangan banyak pelanggannya. Tetapi kalau perusahaan dalam pasar oligopoli bekerjasama dalam menentukan harga, maka harga dapat ilkan pada tingkat harga yang mereka sepakati. Sehingga kekuasaan mereka dalam menentukan harga adalah sangat besar, yaitu sama seperti dalam pasar monopoli.

3. Pada umumnya Perusahaan Oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan.

Kegiatan periklanan secara terus sangat diperlukan oleh perusahaan dalam pasar oligopoli yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pengeluaran iklan oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli basanaya sangat besar sekali. Kegiatan promosi secara secara iklan yang sangat aktif tersebut adalah untuk dua tujuan , yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama.

Demikian semoga bermanfaat

Pasar Monopoli dan Ciri-cirinya

5:07 AM Add Comment
Kali ini kita akan membahas mengenai definisi Pasar Monopoli dan ciri-cirinya. Struktur pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar di mana hanya ada satu produsen/penjual saja didalam pasar, dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat(close substitution). Adapun ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut :


1. Pasar Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan

Sifat ini sudah secara jelasterlihat dari definisi monopoli tersebut, yaitu hanya ada satu perusahaan saja dalam industri tersebut. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembel tidak mempunyai pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan Monopoli tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh produsen monopoli itu, dan para pembeli tidak dapat berbuat suatu apapun di dalam menentukan syarat jual beli.

2. Tidak Mempunyai Barang Pengganti yang Mirip.

Barang yang dihasilkan oleh perusahaan tidak monopoli tidak dapat digantikan oleh barang lain.Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang ada dipasar dan tidak terdapat barang mirip (close substitute) yang dapat menggantikan barang tersebut. Aliran listrik contoh dari barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Yang ada hanyalah pengganti yang sangat berbeda sifatnya, yaitu lampu minyak. Lampu minyak tidak dapat menggantikan listrik karena, ia tidak dapat digunakan untuk menghidupkan televisi atau memanaskan strika.

3. Hambatan Untuk Masuk ke dalam Industri yang sangat tangguh.

Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan mempunyai kekuasaan monopoli. Tanpa sifat ini pasar monopoli tidak akan terwuju, karena tanpa adanya halangan tersebut pada akhirnya akan terdapat beberapa perusahaan di dalam industri. Keuntungan perusahaan monopoli adalah tidak adanya perusahaan-perusahaan lain yang dapat memasuki industri/pasar. Perusahaan lain akan mengalami hambatan yang sangat kuat untuk masuk kedalam pasar. Hambatan(barrier) tersebut, ada yang bersifat legal formal melalui suatu undang-undang, ada yang bersifat teknologi yang sangat canggih dan tidak mudah dicontoh, ada karena faktor skala ekonomi usaha(economy of scale), dan lain sebagainya.

4. Dapat Mempengaruhi Penentuan Harga

Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka ia mempunyai kekuasaan penuh dalam menentukan harga barang yang dijuanya dipasar.Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price setter. Dengan mengadakan pengendalian terhadap produksi dan jumlah barang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendakinya.

5. Promosi Iklan Kurang Diperlukan

Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlumempromosikan barang yang akan dijualnya dengan menggunakan iklan. Pembeli yang memerlukan barang terpaksa harus membeli barang yang diproduksi oleh produsen monopolis tersebut. Jika perusahaan tersebut membuat iklan, umumnya hanya ditujukan untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggannya.

Demikianlah ciri-ciri pasar monopoli, sekarang perhatikan sekelilingmu, adalah yang termasuk pasar monopoli ?

Pasar Persaingan Sempurna dan Ciri-cirinya

5:03 AM Add Comment
Apa sih yang dimaksud dengan Pasar Persaingan Sempurna ? Pasar persaingan sempurna : merupakan struktur pasar atau industr di mana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual maupun pembeli tidap mempengaruhi dalam penentuan harga barang yang diperjual belikan di pasar.Harga barang yang diperjual belikan ditentukan oleh mekanisme pasar(kekuatan interaksi antara permintaan dengan dengan penawaran)

Ciri-ciri atau karakteristik dari pasar persaingan sempurna adalah :
1. Perusahaan adalah pengambil harga(Price Taker)


Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan terhadap harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi di antara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen adalah terlalu kecil peranannya di dalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi di pasar. Peranannya yang sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan seorang produsen merupakan bagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjualbelikan.

2. Hambatan Untuk Masuk Pasar Bagi Suatu Perusahaan Sangat Rendah.

Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri/pasar tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan didalam industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal atau dalam bentuk lain untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.


3. Menghasilkan Barang Serupa(Identical Product)

Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan lainnya. Barang tersebut dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa, sehingga para pembeli tidak dapat membedakan yang mana yang dihasilkan oleh produsen A atau B atau produsen lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepada barang yang dihasilkan produsen-produsen lain. Barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

4. Terdapat Banyak Perusahaan di Pasar.

Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relatif kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan yang ada di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit jumlahnya apabila dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Sifat ini menyebabkan suatu perusahaan tidak dapat mempengaruhi harga barang yang dipeerjualbelikan di pasar.

5. Pembeli Mempunyai Informasi yang sempurna Tentang Keadaan Pasar.

Dalam pasar persaingan sempurn juga diasumsikan bahwa setiap konsumen mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga barang yang berlaku dipasar.Sehingg apabila ada suatu perusahaan(produsen) yang menaikan haraga barang yang dijualnya pasti akan ditinggalkan oleh konsumen, karena harga barang tersebut lebih mahal dari harga yang berlaku dipasar. Akibatnya tidak produsen yang menjual barangnya diatas harga pasar, jika ia tidak mau ditinggalkan oleh konsumennya.

Demikian postingan tentang pasar persaingan sempurna semoga bermanfaat

Teori Perilaku Konsumen

7:30 AM 1 Comment
Teori perilaku konsumen
Di kutip dari buku Esis : Ekonomi jilid satu ; alam S ;
Teori perilaku konsumen
Hal : 38
Konsep dasar prilaku konsumen menyatakan bahwa konsumenpada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilityes yang maksimal dari pemakaian benda yang dikonsumsinya. Apa yang di maks;ud dengan konsep utilitas ? utilitas adalah derajat seberapa besar barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang. Atau dengan kata lain utilitas adalah ukuran kepuasan yang diterima dari penggunaan atau konsumsi barang dan jasa .
Hal 40
Utilitas adalah kata lain dari kepuasan , karena berkaitan dengan ukuran kepuasan dari penggunaan barang dan jasa maka utilitas juga sering di sebut sebagai nilai guna.
Masing masing konsumen merupakan peribadi yang unik . konsumen satu dengan yang lainnya mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya , namun dari perbedaan itu ada suatu persamaan yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya dalam mengkonsumsi sebuah barang .
Untuk membahas perilaku dalam ekonomi kita mengenal teori perilaku konsumen yang terakomodasi dalam pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal.
1. Teori pendekatan cardinal
Pendekatan cardinal juga di sebut pendekatan marginal utility. Pendekatan cardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat yang di peroleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat di ukur atau di kuantifikasi dengan satuan tertentu seperti uang , jumlah atau buah. “ semakin besar jumlah barang yang di konsumsi semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen” . konsumen yang rasional akan berusaha memaksimumkan kepuasananya dengan pendapatan yang dimilikinya
Lebih dari satu abad lalu beberapa pakar ekonomi telah mengembangkan gagasan mengenai konsep nilai guna. Dari hasil penenlitian Herman Heinrich Gossen mengenai nilai guna total dan niali guna marjinal yang terkandung dalam hokum Gossen I dan hokum Gossen II . nilai guna sendiri adalah kepuasan total yang di nikmati oleh konsumen dalam mengkonsumsi sejumlah barang tertntu secara keseluruhan sedangkan nilai guna marjinal atau kepuasan marjinal adalah tambahan kepuasan yang dinikmati dari setiap tambahan barang atau jasa yang di konsuminya .
Hal 40
a. Hukum gossen I
Hokum Gossen I berbunyi jika pemenuhan kebutuhan akan suatu barang yang di lakukan secara terus menerus , maka rasa nikmatnya mula-mula akan tinggi namun semakin lama kenikmatan tersebut akan semakin menurun hingga akhirnya akan sampai mencapai batas jenuh.
Teori ini juga di kemukakan oleh Wiliam Stanley Jevons, seorang ekonom dan matematikawan inggris.
Agar pemahaman tersebut dapat lebih jelas kita serap, anggaplah kamu menyukai icecream. Suatu hari kebetulan pamanmu dating dan menteraktir ice cream sepuas-puasnya.
Tentusaja kamu antusias menyambut tawaran itu dan membeli 6 buah es krim sekaligus . eskrim pertama nikamatnya bukan main apa lagi itu es krim kesukaan mu, eskrim kedua makin terasa enak. Kepuasanmu meningkat es krim ke tiga masih terasa enak meskipun tidak seenak eskrim pertama , dan sampai pada akhirnya eskrim ke 6 kamu mulai merasa jenuh. Situasi ini dapat kita lihat pada table peraga yang ada di bawah ini.



Karena hokum Gossen ini juga menyinggung tentang nilai guna marjinal , kadang-kadang hokum glossen I disebut juga hokum nilai guna marjinal yang semakion menurun
b. Hukum Glossen II
Bunyi hokum Gossen II konsumen akan melakukan konsumsi sedemikian rupa sehingga nilai guna marjinal setiap barang dan jasa yang di konsumsi akan sama . Artinya unit terakhir dari masing-masing produk yang di konsumsi memiliki nilai yang sama
Untuk memahami masalah ini mari kita lihat ilustrasi berikut , misalkan seorang pegawai memiliki gaji Rp. 200.000 pada saat dia menerima gaji dia mendapatkan uang pecahan Rp.20.000 sebanyak 10 lembar. Dia memiliki kebutuhan berturut-turut : makan dan minum, pakaian , sewa rumah, biaya transportasi dan kursus penggunaan uang dalam memenuhi kebuthn itu di gambarkan pada



jika kebutuhan makan dan minuman telah terpenuhi maka sendirinya uang yang masih ada uang yang masih ada di pergunakan untuk membeli pakaian. Jika pembelian pakaian terpenuhi, selanjutnya uang tersebut di gunakan untuk membayar sewa rumah dan sisanya untuk baiaya transportasi. Dengan demikian penggunaan biaya Rp.200.000 yang terdiri dari lebaran pecahan Rp. 20.000 mungkin akan dilakukan dengan komposisi sebagai berikut
a. Empat lembar untuk keperluan makan dan minum
b. Tiga lembar untuk keperluan pakaian
c. Dua lembar untuk keperluan sewa rumah
d. Satu lembar untuk keperluan transportasi

Arus Kegiatan Ekonomi

7:10 AM Add Comment
B. Arus Kegiatan Ekonomi

Dalam melaksanakan kegiatan ekonomi terdapat dua macam arus. Arus kegiatan ekonomi tersebut berasal dari masyarakat sebagi konsumen yang biasanya disebut sebagai rumah tangga konsumsi dan arus yang berasal dari produsen yang biasanya disebut rumah tangga produksi (rumah tangga perusahaan). Kedua rumah tangga tersebut saling berhubungan dan saling membutuhkan sehingga terjadi arus kegiatan ekonomi. Jelasnya, arus kegiatan ekonomi akan terjadi apabila antara rumah tangga komsumsi dan rumah tangga produksi saling mengadakan kerja sama sesuai pungasi dan peranannya masing-masing.

1. Arus Barang

Arus barang adalah berpindahnya barang sebagai hasil dari rumah tangga produksi (rumah tangga perusahaan) ke tangan masyarakat (rumah tangga konsumsi). Rumah tangga konsumsi memerlukan barang dari rumah tangga produksi untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan-kebutuhannya. Agar rumah tangga produksi dapat menghasilkan brang yang diperlukan oleh rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi memerlukan tenaga kerja yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi. Dengan faktor produksi tersebut rumah tangga produksi dapat melaksanakan proses produksi dan sebagai imbalannya rumah tangga produksi memberikan pendapatan kepada rumah tangga konsumsi berupa gaji, upah atau sewa.

2. Arus Uang

Arus Uang dibedakan atas dua hal.
a. Arus uang yang berasal dari rumah tangga produksi kepada rumah tangga konsumsi. Arus uang ini sama halnya dengan yang telah diuraikan terdahulu, yaitu rumah tangga konsumsi menerima upah berupa uang dari rumah tangga produksi.
b. Arus uang yang berasal dari rumah tangga konsumsi kepada rumah tangga produksi. Arus uang ini terjadi karena rumah tangga konsumsi membeli barang hasil produksi dari rumah tangga produksi untuk memenuhi kebutuhannya. Arus ini terjadi sebagai akibat dari pembayaran harga barang.

Selain hal di atas, jika masyarakat melakukan tabungan, berupa surat berharga, giro, deposito maupun bentuk tabungan lainnya, maka akan terjadi arus uang yang berasal dari tabungan ini. Arus uang dari tabungan ini dijelaskan oleh O.P Simorangkir sebagai berikut.


Gambar 1.3 Arus dari tabungan masyarakat

  • Tabungan disimpan di bank berupa giro, deposito, dan bentuk tabungan lainnya (1).
  • Tabungan ini disalurkan oleh bank kepada perusahaan berupa pemberian kredit (2).
  • Kredit yang diterima perusahaan digunakan untuk membiayai produksi perusahaan(3).
  • Selain menabung, masyarakat dapat juga mengadakan juga mengadakan pembelian surat-surat berharga (4).
  • Pembelian surat-surat berharga ini dilakukan di pasar modal (5).
  • Bursa saham menerima uang dari masyarakat dan menyerahkan surat-surat berharga kepada masyarakat (6).
  • Surat-surat berharga tersebut diserahkan kepada masyarakat (7)
  • Hasil penjualan surat-surat berharga digunakan perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang lebih banyak (8)


3. Hubungan antara Arus Barang dan Arus Uang



Gambar 1.4 Arus kegiatan ekonomi masyarakat

Perhatikanlah arus nomor 1 !

Pada arus pertama ini, rumah tangga konsumsi merupakan sumbermodal bagi terlaksananya produksi pada rumah tangga produksi. Hal ini terlihat dengan adanya penawaran faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, tanah, dan sebagainya. dengan faktor produksi ini, dapat dihasilkan barang dan jasa. Arus ini bisa disebut arus barang/jasa.

Perhatikanlah arus nomor 2 !

Dari rumah tangga produksi mengalir arus uang berupa gaji, upah,sewa, laba, dan jenis pendapatan lainnya ke rumah tangga konsumsi sebagai balas jasa penggunaan faktor produksi yang digunakan oleh rumah tangga produksi dan berasal dari rumah tangga konsumsi.

Perhatikanlah arus nomor 3 !

Pendapatan yang dimiliki rumah tangga konsumsi kembali mengalir ke rumah tangga produksi. Kegiatan yang dilakukan ini dalam rangka pemenuhan konsumsi. Arus uang ini akan terus berlangsung selama rumah tangga konsumsi mempunyai pendapatan yang dapat dibelanjakan dan rumah tangga produksi tetap berproduksi.

Perhatikanlah arus nomor 4 !

Dari rumah tangga produksi mengalir arus barang/jasa yang dibutuhkan rumah tangga konsumsi. Barang atau jasa yang dibutuhkan rumah tangga konsumsi tersebut bisa saja disalurkan oleh perantara, pedagang, dan yang lainnya.

Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya

6:55 AM 1 Comment
Kegiatan Ekonomi dan Pelakunya
A. KEGIATAN EKONOMI
1. Kegiatan Produksi
a) Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan Upaya menilai pada sutau barang / jasa. Orang atau badan yang melaksanakan kegiatan produksi disebut Produsen.
Kegiatan produksi menggunakan sumber daya berupa faktor-faktor produksi tenaga kerja (men) modal uang (Money). Bahan baku dan penolong (Materials) mesin-mesin dan peralatan (machines and equipment)
1) Proses produksi kapas menjadi benang.
Dalam pembuatan barang dengan menggunakan alat pintai sederhana maupun mesin, selain digunakan bahan baku utama berupa kapas, digunakan pula bahan pembantu lain seperti lilin, obat pemutih, obat pewarna dan sebagainya.
2) Proses produksi benang menjadi kain.
Dalam pembuatan kain dengan alat bukan mesin (ATBN) maupun mesin tenun, selain menggunakan bahan utama berupa benang, digunakan juga bahan pembantu seperti minyak, kanji, obat pewarna, dan sebagainya.
3) Proses produksi kain menjadi pakaian.
Dalam pembuatan pakaian dengan peralatan dengan menggunakan peralatan sederhana maupun mesin. Selain menggunakan bahan baku utama berupa kain digunakan pula bahan lain seperti kain, benang, resleting, kain keras, kain pelapis, dan sebagainya.
4) Proses produksi kain menjadi meja dan kursi.
Dalam pembuatan meja dan kursi dengan menggunakan peralatan sederhana maupun mesin. Selain menggunakan bahan baku utama berupa kayu, digunakan pula bahan pembantu lain seperti paku, / plitur / sirlak / cat, dempul, dan sebagainya.
b) Tujuan Produksi
Tujuan utama produksi adalah menghasilkan suatu produk (barang/ jasa) yang mempunyai nilai guna tetentu untuk digunakan sendiri maupun untuk pihak lain yang memerlukan baik bagi pelaksana kegiatan produksi pelaku produksi maupun masyarakat antara lain :
1. Bagi pemilik usaha, produksi ditujukan sebagai kegiatan usaha memperoleh penghasilan dengan cara meraih keuntungan dari penjualan produksinya.
2. Bagi pegawai di perusahaan produksi, kegiatan produksi merupakan tempat bekerja untuk memperoleh penghasilan. Produksi sebagai proses bertujuan untuk membuat, mengubah bentuk atau merekayasa menambah nilai guna, dan menyediakan sejumlah barang atau jasa bagi semua pihak yang memerlukan.
c) Fungsi produksi
Dari pengertian di atas, sangat jelas bahwa kegiatan produksi berkegiatan dengan bagaimana mendayagunakan dan menyelaraskan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu.
Materi utama dari produksi berkisar pada fungsi produksi sesuai dengan arti dan tujuan dari produksi itu sendiri, maka produksi berfungsi sebagai kelembagaan. Dengan cara mengolah membentuk, merekayasa sehingga menghasilkan barang / jasa lainnya yang lebih bernilai guna. Singkatnya, produksi sebagai penambah nilai (Value Udded ).
Total produksi adalah hasil dari menghasilkan tenaga kerja, sumber daya, dan teknologi.
Produksi dengan memberdayakan faktor-faktor produksi di sebut produksi rekayasa faktor-faktor produksi yaitu barang-barang yang disediakan oleh alam. Contohnya, ikan dari laut / sungai dari lautan (rotan damar).

2. Kegiatan Distribusi
a) Pengertian Distribusi
Kata distribusi berasal dari kata kerja bahasa inggris to Distribute. Sebagai penyaluran barang-barang dagang atau jasa dari suatu tempat (Produsen) ketempat lainnya dimana terdapat para konsumen.
Saluran distribusi (Chanel of Distribution) adalah jalur atau saluran yang digunakan para produsen / pedagang untuk mendekatkan dan menyampaikan barang/ jasa pada konsumen ayau pemakai barang industri. Saluran distribusi dalam arti tempat menjual disebut juga Outlet.
Dalam praktek bisnis kita dapat melihat ada dua cara menyalurkan barang dan atau jasa, yaitu sebagai berikut :
1) Saluran distribusi pendek yaitu penyaluran langsung / penyaluran
melalaui suatu perantara, missal, penyaluran langsung dari produsen ke konsumen pemakai barang-barang industri.
2) Saluran distribusi panjang, yaitu penyaluran yang menggunakan beberapa perantara missal, agen, grosir dan pengecer.
b) Tujuan Distribusi
Distribusi bertujuan untuk mendekatkan berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga mereka, baik mereka yang termasuk konsumen industri maupun yang termasuk sebagai konsumen akhir.
c) Fungsi Distribusi
Arti dan tujuan distribusi yaitu penyaluran barang dan jasa untuk mendekatkannya pada masyarakat. Arti dan tujuannya peran atau fungsi pihak distribusi yaitu :
• Melancarkan arus barang dan atau jasa serta.
• Mendekatkan barang / jasa yang diperlukan oleh masyarakat (para konsumen)
Distribusi fisik adalah kegiatan yang meliputi pengangkutan barang penyimpanan barang pertanggungan resiko dan alternative penyaluran.

1. Pengakuan
Pengakuan ialah suatu upaya pemindahan barang dari tempat ke tempat yang lain menggunakan angkutan tertentu.
2. Penyimpanan Barang
Masalah penyimpanan barang yang penting untuk di perhatikan sejak barang tersebut keluar dari tempat produksi. Fasilitas tempat penyimpanan sendiri dapat menggunakan gudang.
3. Pertanggungan Resiko.
Perusahaan tentunya menginginkan barang-barang dagangannya dapat mendistribusikan secara aman sampai tempat tujuan.
4. Alternatif Penyaluran
Ada 3 macam-macam kebijakan distribusi yang dapat diplih yaitu sebagai berikut:
- Distribusi Intensif
- Distribusi Selektif
- Distribusi Ekslusif
d) Saluran Distribusi
Saluran Distribusi barang secara fisik meliputi 3 macam yaitu :
1. Saluran Distribusi Barang Konsumsi
Terdapat 5 macam saluran yaitu :
a. Produsen - konsumen = Penjualan barang tanpa perantara.
b. Produsen - pengecer – konsumen = Langsung dari produsen ke konsumen
c. Produsen – pedagang – pengecer - konsumen = produsen menjual pada pedagang besar, pengecer membeli dari produsen dan menjual secara ecer pada konsumen.
d. Produsen – agen - pedagang besar – pengecer - konsumen = Pedagang besar yang menjual kepada pengecer dan pengecer menjual pada konsumen.



2. Saluran Ditribusi Barang Industri
Terdapat 4 macam saluran distribusi yaitu sebagai berikut :
a. Produsen – Pemakai Industri
b. Produsen – Distribusi Industri – Pemakai Industri
c. Produsen – Agen – Pemakai Industri
d. Produsen – Agen - Distributor Industri – Pemakai Industri
3. Saluran Produksi Produk Pertanian
Dalam pengadaan produk pertanian dikenal suatu tindakan pemasaran yang artinya mendorong upaya-upaya pemasaran untuk mempengaruhi dan mengawasi arus barang ke pasar.
Bidang agrobisnis adalah kegiatan meliputi seluruh upaya yang menyangkut produksi dan distribusi, yaitu usaha-usaha yang meliputi pengolahan tanah pertanian.

3. Kegiatan Konsumsi
a. Pengertian konsumsi
Secara ringkas, istilah mengkonsumsi barang dan jasa dapat diartikan sebagai kegiatan untuk menggunakan, memanfaatkan guna yang terkandung dalam barang / jasa.
b. Tujuan konsumsi
Tujuan konsumsi yang paling mendasar adalah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau memuaskan dengan mengkonsumsi barang-barang / jasa-jasa tertentu. Dalam hal ini konsumsi berarti sebagai media atau kegiatan dalam rangka memuaskan kebutuhan (sekunder maupun primer)









B. PELAKU EKONOMI DAN INTERAKSINYA
1. Para Pelaku Ekonomi
Pada umumnya kegiatan utama para pelaku ekonomi yaitu memproduksi, mendistribusi, dan mengkonsumsi .
Ada 4 kelompok pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga atau disebut juga Rumah tangga konsumsi (RTK) atau (RTP) pemerintah (Negara) atau disebut rumah tangga Negara (RTN).
Pelaku ekonomi tersebut memiliki kegiatan-kegiatan yang umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan kepada anggota-anggota subjek ekonomi tersebut.
a. Rumah Tangga Perusahaan
Rumah Tangga Konsumsi (RTK) para individu (orang-orang) secara sendiri-sendiri dalam kelompok keluarga yang memerlukan barang-barang jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Rumah Tangga Perusahaan
Perusahaan atau produsen disebut rumah tangga perusahaan (RTP) adalah organisasi komersial yang mempunyai kegiatan utama dalam memproduksi barang-barang / jasa dan mendistribusikanya pada konsumen.
c. Rumah Tangga Negara
Pemerintah atau Rumah Tangga Negara (RTN) terdiri atas para individu perusahaan pemerintah
d. Masyarakat Luar Negeri
Subjek luar negeri / Masyarakat Luar Negeri (MLN) terdiri atas para individu, perusahaan, pemerintah dan Negara-negara lalu yang mempunyai hubungan perdagangan dengan Negara kita.
a. Peran dan interaksi konsumsi
Berkaitan dengan kegiatan ekonomi secara kelompok rumah tangga konsumsi mempunyai peran yang besar dalam menunjang keberhasilan produksi dan distribusi yang dijalankan.
b. Produsen /perusahaan pada umunya dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak antara lain :
1. Menyediakan barang /jasa untuk konsumsi
2. Memberikan kesempatan kerja pada masyarakat
3. Memberikan kesempatan untuk berinvertasi
4. Menjadi sumber pemasukan uang bagi negara dari pihak dan retribusi yang dibayarkan pada negara.
c. Peran dan interaksi pemerintah /negara
Untuk menjalankan tugas kepemerintahanya, pemerintah memerlukan dana. Bagian terbesar penerima adalah dari sector pajak. Semua penerimaan tersebut digunakan untuk membiayai pelaksanaan tugasnya.
Pemerintah harus berperan sebagai fasilitas untuk mewujudkan kemajuan perekonomian dan kemakmuran. Sebagaimana didambakan masyarakat banyak pemerintah (Negara) harus melaksanakan berbagai kewajiban bagi masyarakat.
Pemerintah dan pengeluaran negara diproyeksikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara, yang fungsinya tidak hanya menerima dan mengeluarkan saja tetapi dapat digunakan untuk menjalankan redistribusi pendapatan mendorong pertumbuhan pendapatan nasional sehingga laju perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dan stabil.
d. Peran dan interaksi masyarakat luar negeri
Tiap-tiap Negara mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam produksi barang atau jasa. Kelebihan masing-masing Negara dialirkan (diekspor) ke Negara lainya yang mempunyai kekurangan melalui perdagangan antar Negara tau disebut sebagai perdagangan internasional.








MOTIF DAN PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

A. MOTIF EKONOMI
Kemajuan dan kemunduran sangat tergantung pada kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi itu sendiri.
1. Pengertian Motof Ekonomi
Motif ekonomi dapat diartikan sebagai dorong yang ada dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi
Motivasi dalam diri setiap individu untuk mensejahterakan hidupnya tidak hanya akan berdampak kepada dirinya saja, tetapi juga akan berdampak kepada pihak lain, sehingga akan menimbulkan berbagai kegiatan penyediaan berbagai fasilitas dalam mencapai tujuan kesejahteraan secara umum. Faktor-faktor berupa keinginan yang mempengaruhi kegiatan ekonomi.
Beberapa motif ekonomi antara lain :
a. Motif berjaga-jaga, yaitu motif ekonomi yang berkaitan dengan persiapan untuk mengantisipasi atau menghadapi situasi pada masa depan. Contoh : menabung
b. Motif keuntungan, yaitu motif ekonomi yag berkaitan dengan keinginan untuk memperoleh keuntungan. Contoh : Berproduksi dan berdagang
c. Motif spekulasi, yaitu motif ekonomi yang didasarkan pada keberanian untuk mengambil resiko apapun yang terjadi. Contoh : Membeli lotere, mengikuti transaksi komoditi berjangka.
2. Motif Ekonomi Individu atu Pribadi
Motif individu /pribadi yang diekumukakakn diatasai, didasarkan pada konsep homo economicus (homo= orang, economicus = yang hidup menurut asas kepentingan diri sendiri). Manusia dalam upaya kearah kemakmuran, sering kali melepaskan diri dari moral dan tindaknya hanya terfokus sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).



3. Motif Ekonomi Dalam Bisnis
Motif penawaran produk dari orang-orang bisnis kepada konsumen dipasar ditujukkan untuk mencapai perbedaan lebih antara harga jual dan biaya produksi.

B. PRNSIP-PRINSIP EKONOMI
1. Pengertian Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi ialah “berusaha dengan biaya /pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya”. Prinsip ekonomi dapat didefinisikan, sebagai tindakan manusia dengan mengeluarkan pengorbanan tertentu (yang minimal) untuk memperoleh hasil yang maksimal. (optimum).
2. Prinsip Dasar Ekonomi
Adalah acuan dasar perilaku bagi para pelaku ekonomi dalam berbagai kegiatan ekonomi yang mengarahkanannya untuk bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para perilaku ekonomi tersebut.
Tujuannya :
Profesor ilmu ekonomi dari Haryard University, Gregory Mankiw (2000) hasil penelitian dan pemikiran yaitu :
Pertama : Empat prinsip yang melandasi keputusan individu (pertukaran, biaya /pengorbanan).
Kedua : Tiga prinsip interaksi (perdagangan yang dapat menguntungkan, pasar, peran pemerintah).
Ketiga : Tiga prinsip cara bekerja perekonomian maksud empat prinsip yang melandasi keputusan individu.

1. Pertukaran
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap individu dihadapkan pada keharusan untuk melakukan tradeoff.
a. Tradeon, yaitu melakukan konsumsi atau produksi tanpa menghilangkan kesempatan konsumsi atau produksi barang lainnya.
b. Tradein, yaitu melakukan konsumsi atau produksi dengan cara melepaskan barang lainnya (barter /berdagang)
c. Trade off, yaitu melakukan konsumsi atau produksi yang didasarkan pada pengurangan konsumsi atau produksi satu barang untuk menambah konsumsi atau produksi barang lainnya (dengan daya beli /biaya yang sama)
2. Biaya atau Pengorbanan
Biaya adalah sesuatu yang dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Contoh : seorang pengusaha memutuskan mengambil liburan panjang diluar negeri dengan keluarganya.
a. Biaya peluang usaha
Dibidang usaha, setiap biaya yang dikeluarkan kemungkinan berhubungan dengan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan.
b. Biaya luang dan pemakaian alternatif
Biaya peluang menunjuk pada faktor-faktor produksi, yaitu : bilamana kita lebih banyak menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memperoleh barang dan jasa.
3. Bersikap Rasional
Tindakan berdasarkan prinsip ekonomi ini disebut sebagai tindakan ekonomi. Artinya ialah melakukan kegiatan ekonomi, dengan menekankan pada sikap yang rasional
a. Keharusan melakukan pilihan
Bila dikaitkan dengan memperoleh barang /jasa yaitu melalui pertukaran, setiap orang harus melakukan pilihan, apakah melakukan “trade in” trade off”.
Dalam hal konsumsi, yang dimaksud dengan :
1. Tradeon adalah melakukan konsumsi tanpa menghilangkan kesempatan untuk mengkonsumsi produk lainnya.
2. Tradein adalah melakukan konsumsi dengan cara melepaskan produk lainnya.
3. Trade off adalah melakukan konsumsi suatu produk yang didasarkan pada pengurangan pengkonsumsian produk lainnya.
b. Memilih barang secara rasional
Kita semua tahu, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi manusia untuk hidupnya mulai kebutuhan yang bersifat penunjang dan pelengkap. Pemilihan barang-barang secara tidak rasional itu, biasanya didorong oleh nafsu ingin memiliki segalanya sebenarnya setiap orang mampu memenuhi kebutuhannya secara rasional.
3. Sumber Daya Model
Adalah sumber daya yang uang dan barang-barang (alat-alat perlengakapan dan barang modal) yang dapat digunakan sebagai penunjang pelaksanaan proses produksi. Dalam penyediaan modal, pemerintah bersama dengan Bank Sentral (di Indonesia : Bank Indonesia) menyusun peraturan kredit yang alokasi dan arah penggunaannya ditujukkan sector-sektor yang produktif.
4. Pelaku Ekonomi Terhadap insentif
Pada kenyataannya, para pelaku ekonom dalam mendapatkan sesuatu yang diperlukannya selalu membandingkan antara besarnya biaya yang dikeluarkan, dengan manfaat yang didapatkan dari produk yang diperlukannya tersebut. Kenaikan harga suatu barang akan menyebabkan konsumen bereaksi untuk mengurangi barang konsumen tersebut.
5. Tiga prinsip untuk berinteraksi
1. Perdagangan dapat (harus) menguntungkan semua pihak.
Pihak-pihak yang melakukan perdagangan dengan pihak-pihak lainnya pasti mengharapkan suatu keuntungan suatu perdagangan biasanya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
a. Membeli suatu produk (komoditi) yang lebih murah dan menjual produk lain yang harganya lebih mahal untuk komoditi yang berbeda.
b. Mendapatkan suatu produk yang kualitasnya ebih baik dibandingkan produk (bahan baku) sehingga menghasilkan produk industri yang lebih mahal. Contoh : kapas
c. Mendapatkan produk tertentu yang dibutuhkan masyarakat tetapi dinegara sendiri tidak terdapat sehingga harus dari negara lain.


2. Pasar barang dan jasa
Pasar dapat diartikan sebagai atau wahana untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi (penawaran dan pembelian)
3. Peranan Pemerintah
Sebagai contoh, ketika panen cabai atau bawang merah gagal dan hanya menghasilkan sedikit hasil,m maka pasar kekurangan stok barang sehingga harga barang naik.

C. TIGA PRINSIP CARA BEKERJA PEREKONOMIAN MAKRO (AGREGATIF)
1. Standar hidup
Standar hidup dalam suatu tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memproduksi barang dan jasa. Pengalaman Indonesia menunjukkan bahawa sebagai negara yang kaya denga sumber daya alamnya.
2. Harga dan jumlah peredaran uang
Uang kertal seperi yang kertas dan logam, uang giral cek dan bilyet giro dan bentuk pembayaran lainnya seperti kartu debit (debit card), kartu kredit (credit card), dan kartu charge (charge card) merupakan alat-alat transaksi yang mempengaruhi perekonomian scara langsung.
3. Masyarakat menghadapi trade off jangka pendek antar infiasi dan pengangguran kenyataan menunjukkan adanya pengaruh yang relative besar dari inflasi terhadap pengangguran dan sebaliknya.
4. Politik ekonomi
Biarpun para pelaku ekonomi telah melakukan kegiatan berdasarkan prinsip ekonomi yang dilaukannya secara hati-hati. Bukan berarti apa yang dilakukan akan selalu membuahkan hasil secara mulus.





A. MANFAAT DAN NILAI SUATU SARANG
1. Manfaat dan Nilai Guna Suatu Barang
Barang dan jasa diperlukan manusia didalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan hidup manusia. Nilai yang terkandung d dalam barang /jasa itu disebut sebagai nilai guna.
2. Kegiatan Benda
Katakanlah bahwa suatu benda atau barang mempunyai nilai kegunaan tertentu karena dapat digunakan sebagai alat pemuas kebutuhan nilai kegunaannya cepat direkayasa oleh manusia sehingga dapat berkurang atau bertambah. Benda /barang akan berkurang kegunaannya bila tidak diperlukan atau dirusak oleh manusia dan dapat bertambah bila diubah peruntukarannya
a. Kegunaan berdasarkan bentuk (uttity ob brm)
Suatu benda akan bertambah kegunaannya apabila bentuk beda tersebut diubah dari bentuk asalnya.
b. Kegunaan berdasarkan tempat (utlity )
Suatu benda mempunayi kemungkinan akan bertambah kegunaannya apabila dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
c. Kegunaan berdasarkan waktu (utility of time)
Suatu benda akan bertambah kegunaanya bila dikaitkan dengan waktu benda tersebut.
d. Kegunaan berdasarkan kepemilikan (utility of possession ownesship)
Suatu benda akan meningkat kegunaannya bila terjadi perpindahan kepermukaan atau dimiliki oleh seseorang yang tepat. Misalnya suatu tanah kosong yang subur tetapi terbengkalai. Sama sekali tidak dapat memberikan manfaat apa-apa.
Contoh lainnya, seorang penarik becak yang mendapatkan hadiah berupa computer

3. Nilai Objektif dan Subjektif
Tuntunan terhadap penyediaan berbagai barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan manusia, dari hari ke hari semakin banyak.
a. Nilai objektif
Nilai yang didasarkan pada sudut pandang /kepentingan orang yang membutuhkannya (berdasarkan subjeknya) disebut nilai subjektif
b. Nilai subjektif
Nilai yang didasarkan pada sudut pandang /kepentingan orang yang membutuhkannya (berdasarkan subjeknya) disebut nilai subjectif.
1) Barang atau tersebut dapat memuaskan kebutuhan manusia
2) Menurut sudut pandang seseorang, barang /jasa tersebut dapat digunakabn untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
c. Nilai pemakalan dan nilai penukaran
Nilai barang / jasa yang digunakan / dimanfaatkan orang-orang untuk memuaskan kebutuhan hidupnya disebut sebagai nilai pemakalah (value in use). Di samping itu, barang / jasa mengandung nilai pemukaian (valuc in exchange), yaitu penghargaan terhadap barang / jasa karena ditukarkan dengan barang / jasa yang lain.
1. Nilai Pemakaian Objektif Subjektif
Nilai pemakaian suatu barang / jasa yang didasarkan pada barangnya sendiri disebut sebagai nilai pemakaian objektif disebut sebagai nilai pemakaian.
2. Nilai Penukaran Objektif dan Subjektif
Suatu barang / jasa dianggap mempunyai nilai penukaran objektif (karena barang / jasa tersebut
• Manusia memerlukan barang / jasa tersebut
• Barang / jasa yang ada diperkirakan dapat dipergunakan untuk penghargaan (nilai)
• Persediaan barang / jasa tersebut jumlahnya terbatas
d. Mengurangi dan menghabiskan nilai guna barang
Di atas disebutkan bahwa barang / jasa mempunyai nilai guna tertetu.

4. Nilai Guna Total Nilai Guna Marjinal
a. Nilai Guna Total
Nilai Guna Total atau Untilitas Total (Total Utiliy) adalah tingkat kepuasan yang dinikmati konsumen saat atau setelah mengkonsumsi sejumlah barang / jasa tertentu
b. Nilai Guna Marjinal.
Nilai Guna Marjinal / disebut Utilitas (Margimal Utiliy / MU) adalah bertambahan kepuasan yang dinikmati dari setiap barang / jasa yang dikonsumsi, misalnya : bila kita menggunakan ukuran kepuasa dengan memberikan nilai (score) untuk setiap kue yang dimakan.
5. Nilai Guna dan Kepuasan
Nilai guna suatu barang bukan hanya tergantung pada objeknya itu sendiri.
a. Nilai Penghargaan
Kalau uraian mengenai nilai itu tingkat kepuasan yang dinikmati kriteria sebagai berikut
b. Teori Kerdinal dan Masalah Kapuasan
Kebutuhan manusia terhadap barang / jasa pemuas kebutuhan mempunyai sifat yang tidak terbatas baik sisi, jumlah maupun jenisnya, memberikan penilaian subjektif terhadap pemuasan kebutuhan dari suatu barang / jasa teori guna cardinal disebut teori nilai guna dengan mengkuantifikasikan
2. Dampak penurunan nilai guna total terhadap nilai marjinal
Hukum Gossen memperlihatkan turunnya nilai kepuasan (nilai guna total) setelah melampaui tingkat kepuasan maksimal.
3. Keseimbangan nilai guna (Hukum Gossenll)
Jenis kebutuhan dari semua kebutuhan tersebut satu sama lainnya mempunyai hubungan karena mengkonsumsi dan cara pemuasannya oleh yang terkepentingan.
• Angka I adalah golongan makanan / minuman
• Angka II sampai dengan III adalah kebutuhan rumah tangga lainnya
• Angka IV adalah pakaian
• Angka V adalah kesehatan
• Angka VI adalah pendidikan





B. PERILAKU KONSUMEN
Konsumen adalah pihak yang membutuhkan brang-barang dan jasa sebagai alat pemenuh kebutuhan hidupnya. Akumulasi dengan demikian, baik secara langsung maupun tidak langsung.
1. Pengertian perilaku konsumen
Pada dasarnya perilaku sangat terkait dengan upaya orang-orang untuk mengkonsumsi barang dan atau jasa yang dibutuhkan dan dipilihnya, sesuai prioritas kebutuhan yang ditentukan oleh masing0masing atau sesuai dengan kebiasaan konsumen yang bersangkutan
a. Penggolongan konsumen
Berdasarkan kenyataan yang ada di pasar, kita membagi konsumen menjadi tiga golongan.
b. Pola konsumsi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola konsumsi (the pottein of consu diption) seorang.
1. Penghasilan yang diperoleh
Jika penghasilan yang diperoleh kecil, maka konsumsinya kecil atau mungkin di bawah rata-rata
2. Pendidikan
Pendidikan seseorang akan mempengaruhi pola konsumsinya orang yang hanya berpendidikan
3. Tempat tinggal dan iklim
Tempat tinggal dan iklim sangat berpengaruh pada konsumsi seseorang, misalnya, orang-orang
4. Agama /kepercayaan
Agama dan kepercayaan yang dianut oleh seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya sebagai contoh, dalam pembelian makanan, mereka akabn memilih yang dihalalkan
5. Umur
Pada umumnya dari seseorang aka sangat mempengaruhi pola konsumsinya.
6. Kebangsaan
Kebangsaan juga sangat mempengaruhi konsumsi

7. Pekerjaan
Jenis pekerjaan sering kali dapat mempengaruhi konsumsi seseorang

C. WATAK KONSUMEN
Koher (1954) menyebutkan bahwa dembeuar oleh para konsumen terpengaruh oleh sifat-sifat budaya, social, pribadi, dan psikologi.
1. Faktor budaya
Budaya dapat terdiri atas subkultur dan kelog social.
2. Faktor sosial
Kelompok acuan (refernce qrou) adalah kelompok atau mungkin seseorang) yang secara langsung atau tidak langsung
3. Faktor pribadi
Keputusan seorang konsumen /membeli sangat erat kaitannya dengan.
4. Faktor-faktor psikologis
Motivasi adalah suatu dorongan tertentu dari dalam diri seseorang, sebuah motif atau drives adalah kebutuhan yang cukup mendesak yang mengarahkan seseorang mencari pemuasan kebutuhan tertentu.

Jenis dan Macam-macam Kegiatan Ekonomi

6:49 AM Add Comment
A. Pengertian Jenis & Macam Kegiatan Ekonomi

A. Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik batre yang memproduksi batu baterai, tukang mie ayam yang membuat mie yamin, tukang pijet yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya.
B. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor. Contoh distribusi seperti penyalur sembako, penyalur barang elektronik, penyalur pembantu, biro iklan, dan lain-lain.
C. Konsumsi
Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti membeli jamu tolak angin di toko jamu, pergi ke dokter hewan ketika iguana kita sakit keras, makan di mc d, main dingdong, dan sebagainya.

B. Pelaku-Pelaku Ekonomi
1. Rumah Tangga Keluarga
Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga dapat berasal dari usaha-usaha berikut ini.
a. Usaha sendiri, misalnya dengan melakukan usaha pertanian, berdagang, industri rumah tangga, penyelenggaraan jasa, membuka toko kelontong, dan sebagainya. Penghasilan yang diperoleh dari usaha sendiri berupa keuntungan.
b. Bekerja pada pihak lain, misalnya dengan menjadi karyawan perusahaan atau pabrik, pegawai negeri sipil, dan sebagainya. Orang yang bekerja pada orang lain akan memperoleh upah atau gaji.
c. Menyewakan faktor-faktor produksi, seperti menyewakan rumah, tanah, dan sebagainya. Penghasilan yang diperoleh dari menyewakan faktor-faktor produksi adalah uang sewa. Penghasilan-penghasilan yang diperoleh rumah tangga keluarga tersebut dapat digunakan untuk dua tujuan, yaitu membeli barang atau jasa dan ditabung.
2. Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
3. Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
a. Kegiatan Konsumsi Pemerintah
Pemerintah dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli alat-alat kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya.
b. Kegiatan Produksi Pemerintah
Pemerintah ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (2), yang berbunyi: “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”.
c. Kegiatan Distribusi Pemerintah
Selain melakukan kegiatan konsumsi, pemerintah juga berperan dalam kegiatan distribusi. Berikut ini kegiatan-kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah.
1) Menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu kegiatan operasional yang ada di sekolah. Misalnya mengenai penyediaan buku-buku pelajaran, dan sebagainya.
2) Memberi bantuan kepada rakyat miskin berupa penyaluran raskin (beras rakyat miskin) melalui BULOG.

4. Masyarakat
Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.

Daftar Siswa yang Sudah Mengumpulkan Tugas

1:23 AM Add Comment
Daftar Nama Siswa yang sudah mengumpul tugas via Email :
1. Siti Latifatul Jannah XI AK 3 word dan ppt
2. Oktavia Rahayu XI AK 3 word dan ppt
3. Siti Fathonah word dan ppt
4. Annisa Queen XI AK4 word dan ppt
5. Charista Ulle Anderson Yuliyati XI AK3 word dan ppt
6. Nur Aisyah XI AK3 word dan ppt
7. Yantini XI AK3 word dan ppt
8. Puji Purwanti XI AK3 ppt ajah
9. Tyas UTami XI AK3 word dan ppt
10. Tintin Nurfiana ppt ajah
11. Oktavia Rahayu XI AK3 word dan ppt
12. Nur Mawadah XI AK3 ppt dan word
13. Nur Mawaddah XI AK3 ppt ajah
14. Rohmah Dwi Pratiwi XI AK3 word dan ppt
15. Rina Andriyani XI AK3 word dan ppt
16. Rina Andriyani (Umi Arifah) XI AK3 word dan ppt
17. Tri Sutarti XI AK3 word dan File
18. Nunung Puspitasari XI AK3 ppt ajah
19. Vivin Noviani XI AK3 word dan ppt
20. Puji Purwanti XI AK3 word dan ppt
21. Ochi Iriyanti Dewi XI AK3 word dan ppt
22. Ana Kusumastuti / Wulandari Ningsih XI AK3 word dan ppt
23. Zhesca Adhel word dan ppt
24. Yuliyana Puji Rahayu XI AK3 word dan ppt
25. Rahayu Setiasri XI AK3 word dan ppt
26. Novia Lestari XI AK3 ppt ajah
27. Novia Lestaru XI AK3 word ajah
28. Novia Rahmalina XI AK4 word dan ppt
29. Julie Trias XI AK4 word dan ppt
30. Widya Ningsih XI AK3 word dan ppt
31. Riris Anisyawati XI AK3 word dan ppt
32. Santa Clara Manihuruk XI AK3 word dan ppt
33. Ririn Ristiana XI AK4 pptn ajah
34. Syilvi Riana Sari XI AK3 ppt ajah
35. Tri Sutarti XI AK3 word dan file
36. Tri Sutarti XI AK3 word dan file
37. Tri Sutarti XI AK3 word dan file
38. Tri Sutarti XI AK3 word dan file
39. Tri Sutarti XI AK3 word dan file
40. Yanuri Pangestuti XI AK3 word dan ppt
41. Yanuri Pangestuti XI AK3 word dan ppt
42. Yanuri Pangestuti XI AK3 word dan ppt

Yang mengumpulkan via CD :
1. Asti Wulandari XI AK4 word dan ppt
2. Desi Putri XI AK4 word dan ppt
3. Elisabet Listi XI AK4 word dan ppt
4. Evi Soviana XI AK4 word dan ppt
5. Kinasih XI AK4 word dan ppt
6. Lilin Adnarahayu XI AK4 word dan ppt
7. Marina Tristanti XI AK4 word dan ppt
8. Mei Wulandari XI AK4 word dan ppt
9. Mia Fitriyanti XI AK4 word dan ppt
10. Mugi Astuti XI AK4 word dan ppt
11. Mujiyati XI AK4 word dan ppt
12. Novia Rahmalina XI AK4 word dan ppt
13. Nur Chasanah XI AK4 word dan ppt
14. Rima Niasari XI AK4 word dan ppt
15. Rita Andriyani XI AK4 word dan ppt
16. Safarul Khoiriyah XI AK4 word dan ppt
17. Siska AD XI AK4 word dan ppt
18. Siska Suryaningrum XI AK4 word dan ppt
19. Tutut Amin XI AK4 word dan ppt
20. Warih Komarasari XI AK 4 word dan ppt
Bagi yang belum lengkap silakan dilengkapi secepatnya, print out silakan dikumpulkan di kantor. Silakan tinggalkan komentar jika belum jelas atau sms aja

Materi IPS SMK Kelas XI Semester 3 Kelompok Ekonomi Bisnis dan Teknologi Informasi

2:21 AM Add Comment
Materi Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas XI/3
http ://www.ips.web.id

3.1 Mengidentifikasi Kebutuhan Manusia
 Pengertian Kebutuhan
 Macam-macam Kebutuhan
 Faktor-faktor yang mempengaruhi Kebutuhan
3.2 Mendeskripsikan berbagai sumber Ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia tidak terbatas
 Jenis-jenis dan kegunaan benda pemuas kebutuhan manusia
 Pengertian kelangkaan
 Faktor penyebab kelangkaan
 Pengertian biaya peluang/Opportunity Cost

3.3 Mengidentifikasi masalah pokok ekonomi, yaitu tentang apa, bagaimana dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi

 Masalah pokok ekonomi
o Barang apa yang diproduksi
o Bagaimana cara memproduksi
o Untuk siapa diproduksi
 Sistem ekonomi
o Pengertian sistem ekonomi
o Macam-macam sistem ekonomi
o Kebaikan dan kelemahan sistem ekonomi


KEBUTUHAN MANUSIA DAN KELANGKAAN BARANG DAN JASA
A. Kebutuhan

Pengertian Kebutuhan
Dalam menjalani kehidupan, manusia membutuhkan berbagai jenis dan macam barang-barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia sejak lahir hingga meninggal dunia tidak terlepas dari kebutuhan akan segala sesuatunya. Untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya.
Ada beberapa pengertian tentang kebutuhan (needs) antara lain :
1. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang perlu dipenuhi agar manusia dapat hidup makmur
2. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang perlu dipenuhi agar manusia dapat hidup layak
3. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran

Jenis-jenis Kebutuhan
Di bawah ini akan diberikan jenis, macam aneka ragam definisi atau pengertian dari tiap-tiap kebutuhan manusia selama hidupnya di dunia :
A. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Tingkat Kepentingan / Prioritas
1. Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Dengan kata lain kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi manusia untuk mempertahankan hidup. Contoh kebutuhan adalah seperti sembilan bahan makanan pokok / sembako, rumah tempat tinggal, pakaian, kesehatan dan pendidikan.
2. Kebutuhan Sekunder
Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap. Kebutuhan sekunder sifatnya menunjang kebutuhan primer. Kebutuhan sekunder dapat pula dikatakan sebagai kebutuhan kedua sebagai penunjang untuk memelihara kelangsungan hidup. Contoh kebutuhan sekunder antara lain : televise, kulkas, piring, sendok, HP (yang biasa)


3. Kebutuhan Tersier / Mewah / Lux
Kebutuhan tersier adalah kebutuhan akan barang mewah atau barang yang masih dianggap mewah. Contohnya adalah mobil mewah, Blackberry, villa, kapal pesiar, jalan-jalan ke Hawai bagi orang Indonesia dan lain sebagainya.

B. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Sifat
1. Kebutuhan Jasmani / Kebutuhan Fisik
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang berhubungan dengan badan lahiriah atau tubuh seseorang. Contohnya seperti makanan, minuman, pakaian, sandal, pisau cukur, tidur, buang air kecil dan besar, seks, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Rohani / Kebutuhan Mental
Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan sesuatu bagi jiwanya secara kejiwaan. Contohnya seperti mendengarkan musik, siraman rohani, beribadah kepada Tuhan YME, bersosialisasi, pendidikan, rekreasi, hiburan, dan lain-lain.

C. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Waktu
1. Kebutuhan Sekarang/masa kini
Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang benar-benar diperlukan pada saat ini secara mendesak. Contoh adalah kebelet pipis, makan saatt lapar, pengobatan akibat kecelakaan, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Masa Depan
Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang dapat ditunda serta dipenuhi di lain waktu di masa yang akan datang. Contoh yaitu pergi haji, pendidikan tinggi, membeli mobil bagi anak SMK dan lain sebagainya.

D. Kebutuhan Manusia Berdasarkan Subjek yang membutuhkan / Subyek Penggunanya
1. Kebutuhan Individual / Individu / Pribadi
Kebutuhan individu adalah jenis kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang perseorangan secara pribadi. Contohnya adalah sikat gigi, menuntut ilmu, sholat lima waktu, makan, mandi dan banyak lagi contoh lainnya.
2. Kebutuhan Sosial / Kolektif / umum
Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan berbagai barang dan jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan sosial suatu kelompok masyarakat. Contohnya adalah jalan umum, jembatan, rumah sakit, penerangan tempat umum, berserikat mengeluarkan pendapat, berorganisasi, dan lain-lain.

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow - Ilmu Ekonomi
Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.
Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.
Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :
1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.
4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan :
1. Agama atau kepercayaan
Contoh : Orang Hindu membutuhkan dupa dan bunga dalam beribadah, sedangkan orang Islam membutuhkan sajadah, mukena/sarung dalam beribadah
2. Peradaban/Perkembangan zaman
Contoh : orang yang hidup pada jaman Majapahit membutuhkan kuda untuk sarana transportasi, sedangkan pada jaman sekarang orang membutuhkan mobil untuk sarana transportasi
3. Adat istiadat
Contoh : pria di daerah jawa membutuhkan blangkon, sedangkan pria di daerah Arab membutuhkan jubah
4. Kemajuan IPTEK
Contoh : saat belum ditemukan computer orang menulis membutuhkan mesin ketik, sedangkan setelah ada computer orang mengetik membutuhkan computer
5. Tingkat perekonomian
Contoh : kebutuhan orang kaya cenderung lebih banyak dari pada orang miskin
6. Keadaan tempat/Lingkungan geografis
Contoh : kebutuhan orang yang hidup di daerah pantai cenderung berbeda dengan kebutuhan orang yang hidup di daerah pegunungan
7. Tingkat pendidikan
Contoh : anak SMA kebutuhannya berbeda dengan anak SD

MACAM-MACAM BENDA/ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
Menurut Cara memperolehnya :
 Benda Ekonomi : adalah benda atau alat pemuas kebutuhan yang sifatnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan, contoh : air mineral, Oksigen dalam tabung di RS
 Benda Bebas : adalah benda atau alat pemuas kebutuhan yang dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan pengorbanan, contoh : air sumur, air sungai, Oksigen di alam bebas
Menurut Tujuan Penggunaan
 Barang Konsumsi : adalah benda/barang yang langsung dapat digunakan oleh orang (konsumen) untuk memenuhi kebutuhannya, contoh : makanan, pakaian
 Barang Produksi : adalah barang yang digunakan untuk menunjang kelangsungan proses produksi, contoh : mesin-mesin, alat-alat pertanian
Menurut Ketahanannya
 Barang tidak tahan lama (undurable goods) contoh : roti bakar, makanan, minuman, pakaian
 Barang tahan lama (durable goods) contoh: mesin, sepeda motor, mobil, traktor, mesin penggiling, mesin bubut, mesin ketik, komputer, hp, kursi
 Barang yang tidak habis pakai (permanent goods) contoh : tanah,

Menurut Sifat Industri
 Barang hasil industri asli/tumbuhan alami (genetik)
 Barang hasil industri ekstraktif
 Barang hasil industri pabrik
 Barang hasil industri jasa
 Barang hasil industri jasa penyaluran barang
Menurut hubungan antar benda
 Benda yang berperan khusus : tidak dapat digantikan dengan benda lain, contoh : oksigen untuk bernafas, air untuk minum
 Benda komplementer : benda yang dalam penggunaannya akan lebih bermanfaat jika bersama benda lain (saling melengkapi) contoh : lilin dengan sumbu, air dengan the, nasi dengan lauk
 Benda substitusi : benda yang dapat saling menggantikan, karena mempunyai fungsi yang sama, contoh : nasi dengan jagung, nasi dengan sagu
Menurut wujud
 Benda abstrak : benda yang tidak nyata/tidak dapat dilihat (hanya hasilnya yang nampak), contoh : jasa seorang tukang pangkas rambut, jasa seorang guru
 Benda kongkrit : benda nyata, dapat dilihat, diraba, contoh : nasi, jeruk, kursi
Menurut kualitas
 Benda inferior : benda yang kualitasnya kurang baik, contoh : barang second, barang rijek
 Benda superior : barang yang kualitasnya bagus
Menurut proses pembuatan
 Barang mentah : barang yang belum diolah, masih menjadi bahan baku
 Barang setengah jadi : barang yang sudah diolah, namun akan diproses lagi menjadi barang siap pakai
 Barang jadi : barang yang sudah siap dikonsumsi
KELANGKAAN DAN BIAYA PELUANG
Kelangkaan adalah kondisi dimana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita

Faktor Penyebab Kelangkaan :
1. Keterbatasan jumlah benda pemuas kebutuhan yang ada di alam
Di alam telah banyak tersedia banyak benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun karena tidak semua benda tersebut dapat segera diperbaharui , maka jumlahnya pun terbatas. Misalnya minyak bumi dan barang-barang tambang lainnya yang memerlukan waktu beribu-ribu tahun untuk memperbaharuinya
2. Kerusakan Sumber Daya Alam akibat ulah manusia
Manusia harus berhati-hati menggunakan SDA yang tersedia. Jangan karena kesalahan manusia, sumber daya yang tersedia menjadi rusak. Misalnya penebangan hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan menjadi gundul dan mengakibatkan banjir.
3. Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya yang ada
Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal dan factor-faktor yang lain
4. Peningkatan Kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan
Inti masalah ekonomi adalah bagaimana manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan alat atau benda yang jumlahnya terbatas

Permasalahan
Sebagian orang berpikir bahwa ketika seseorang memiliki kekayaan yang luar biasa melimpah, dia dapat memuaskan semua kebutuhannya dan tidak akan menghadapi masalah kelangkaan. Apapun dapat dia beli, apapun dapat dia miliki. Benarkah demikian? Dapatkah seorang milyuner mengalami kelangkaan?

Biaya Peluang/Biaya Opportunitas/Opportunity Cost/Biaya Implisit
Apa yang dimaksud dengan biaya oportunitas?
Biaya Peluang /Opportunity cost adalah nilai alternatif tertinggi yang harus dikorbankan karena ada pilihan lain yang diambil
Mengapa berbagai pilihan memiliki biaya opportunitas ?
Orang harus mengorbankan sejumlah barang yang diinginkan agar dapat memiliki barang-barang lain karena sumber daya yang terbatas

Latihan Soal :
Soal 1
Setelah lulus SMK, Nanda harus memilih untuk bekerja di Malaysia atau Hongkong. Jika bekerja di Malaysia dia mendapatkan gaji 13 juta perbulan. Tetapi jika dia memilih bekerja di Hongkong dia mendapat gaji 25 juta perbulan dan di Jepang 20 juta /bulan. Akhirnya karena berbagai pertimbangan, Nanda memilih bekerja di Malaysia. Hitunglah berapa biaya peluang/opportunity cost bekerja di Malaysia ?

Soal 2
Hong Juan harus memilih :
1. Buka Bengkel
2. Bekerja
Hong juan bekerja sebagai manajer marketing di suatu perusahaan otomotif di Jakarta dan mendapatkan gaji perbulan 12 juta. Karena ingin mengembangkan diri, ia berhenti bekerja sebagai manajer marketing dan membuka usaha sendiri bernama bengkel Mujur. Bengkelnya menempati rumahnya yang dahulu disewakan sebesar 5 juta perbulan. Untuk modal kerja ia mengambil depositonya sebesar 500 juta yang berbunga 3 juta perbulan. Jika pendapatan bengkel 160jt/bulan , Biaya tenagakerja 75 jt/bulan, biaya bahan dan peralatan 48 jt/bulan.
Tetapi jika pendapatan turun menjadi 140 juta/bulan apa saran anda untuk Hong Juan ? Hitunglah biaya peluang untuk membuka bengkel !

Permasalahan Utama Ekonomi dan Sistem Ekonomi
http://ips.web.id
Masalah Ekonomi Menurut Ekonomi Modern
1. Barang apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya ?
Maksudnya karena keterbatasan sumber daya yang ada, maka kita harus menentukan dulu jenis barang apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya sehingga sumber daya dapat dialokasikan dengan tepat
2. Bagaimana cara memproduksi ?
Maksudnya adalah teknologi atau metode produksi apa yang akan digunakan untuk memproduksi suatu barang, berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan, mesin apa yang akan digunakan dan bahan mentah apa yang akan digunakan
3. Untuk siapa barang tersebut diproduksi
Maksudnya siapa yang memerlukan barang tersebut, siapa yang akan menikmati hasilnya dan bagaimana cara pendistribusiannya

Definisi Sistem Ekonomi
 Sistem ekonomi adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian
 Sistem ekonomi adalah cara atau strategi suatu bangsa atau negara dalam mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran masyarakatnya.
Ciri sisitem ekonomi tradisional :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan system barter (barang ditukar dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat dengan tradisi
6. Tanah merupakan tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

Ciri system ekonomi komando :
1. Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasi oleh negara sehingga hak milik perseorangan hamper tidak ada (tidak diakui)
2. Pekerjaan yang tersedia dan siapa yang akan bekerja ditentukan oleh Pemerintah. Rakyat tidak memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan
3. Kebijakan perekonomian diatur oleh Pemerintah. Pemerintah membuat rencana pembangunan nasionalnya. Segala keputusan dalam perekonomian berada di tangan Pemerintah. Perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah

Ciri system ekonomi pasar/liberal :
1. Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat. Masyarakat diberi kebebasan tanpa batas untuk memiliki sumber-sumber produksi
2. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi
3. Masyarakat terbagi atas 2 golongan, yaitu golongan pemberi kerja dan pemilik sumber daya produksi dan golongan penerima kerja (buruh)
4. Timbul persaingan dalam masyarakat. Sebagai konsekwensi adanya kebebasan memiliki sumber-sumber produksi timbul persaingan dalam mengejar keuntungan
5. Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan
6. Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar. Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
Ciri system ekonomi campuran :
1. Pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi
2. Kegiatan ekonomi masyarakat diserahkan kepada kekuatan pasar, namun sampai batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan
Ciri positif Demokrasi Ekonomi :
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan
2. Cabang-cabang produksi yang penting dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
3. Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan Negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, seta pengawasan terhadap kebijaksanaan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula
5. Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki, serta mempunyai ha katas pekerjaan dan penghidupan yang layak
6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat
7. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga Negara diperkembangakan sepenuhnya dalam batas-batas tidak merugikan kepentingan umum
8. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara
Ciri-ciri negative demokrasi ekonomi :
1. System free fight liberalism yang menumbuhkan eksploitasi manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan kelemahan structural posisi Indonesia dalam perekonomian dunia
2. System etatisme yang mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit di luar sector Negara karena begitu dominannya peran Negara dan aparatur ekonomi Negara dalam mengatur dan mengendalikan seluruh kegiatan ekonomi
3. Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat


Ekonomi Kapitalis
Ciri :
1) Setiap orang bebas memiliki modal (tanah, toko, pabrik, rumah dan lain sebagainya) dan alat-alat produksi. Dalam Sistem Kapitalisme terdapat pengakuan penuh pada hak milik perorangan tanpa batas-batas tertentu.
2) Orang bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri. Kegiatan ekonomi di semua sektor dilaksanakan oleh para pengusaha swasta atas prakarsa dan tanggungannya sendiri
3) Para produsen bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksi dan didorong oleh keinginan untuk memperoleh laba.
4) Harga-harga dibentuk di pasar bebas (free market) melalui mekanisme permintaan dan penawaran. Dengan demikian sistem ini menjamin adanya persaingan bebas antara satu pihak dengan pihak lain.
5) Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi. Campur tangan pemerintah terbatas pada hal-hal yang tidak dapat diusahakan sendiri oleh swasta seperti bidang hukum dan pertahanan keamanan.

Ekonomi Sosialis
Sistem Ekonomi Komando mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Semua sumber daya ekonomi (alat-alat produksi, modal, tanah, perusahaan dan sebagainya) dimiliki dan dikuasai oleh negara atas nama rakyat. Tidak ada hak milik pribadi atas sumber daya ekonomi tersebut, karena semuanya dimiliki secara bersama-sama.
2) Seluruh kegiatan ekonomi harus diusahakan secara bersama-sama. Tidak ada perusahaan swasta, yang ada adalah perusahaan negara.
3) Semua anggota masyarakat adalah karyawan yang harus ikut berproduksi dan mendapatkan upah dari negara sesuai dengan kebutuhannya.
4) Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh Badan Perencanaan Ekonomi Pusat yang dibentuk oleh pemerintah.
5) Harga dan pendistribusian barang dan jasa yang diproduksi ditentukan dan dikendalikan oleh negara..

Kebaikan Sistem Ekonoami Liberal
 Setiap individu diberi kebebasan dan kesempatan untuk berusaha
 Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
 Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang disukai
 Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
 Produksi barang/jasa berdasarkan pada kebutuhan pasar (kebutuhan masyarakat)
Keburukan Sistem Ekonomi Liberal
 Kebebasan berusaha menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan sementara ada kelompok yang lemahn
 Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
 Menimbulkan penindasan (Eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya
 Tidak ada pemerataan pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan
Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis
 Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
 Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
 Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
 Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
 Mematikan kreativitas dan inovasi setiap individu.
 Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
 Kurang adanya variasi dalam memproduksi barang, karena hanya terbatas pada ketentuan pemerintah.
Loading...