Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Download Modul / Rangkuman Materi UJian Sekolah IPS Kelas 7, 8 dan 9

5:04 AM Add Comment
Berikut ini adalah Modul / Rangkuman Materi UJian Sekolah IPS Kelas 7, 8 dan 9 untuk belajar dalam rangka persiapan Ujian Sekolah. Karena banyakknya materi IPS yang di SMP di pelajari 4 jam perminggu sehingga membuat pusing saat mempersiapkan Ujian.

Materi Pelajaran IPS Kelas 7
1. BAB I : Bentuk-Bentuk Muka Bumi
2. BAB II : Kehidupan Pada Masa Pra Aksara Di Indonesia
3. BAB III : Interaksi Sosial dan Sosialisasi
4. BAB IV : Manusia Sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi
5. BAB V : Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi
6. BAB VI : Peta, Atlas, dan Globe
7. BAB VII : Sketsa dan Peta Wilayah
8. BAB VIII : Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia
9. BAB IX : Gejala-Gejala Di Atmosfer dan Hidrosfer
10. BAB X : Penggunaan Lahan dan Kegiatan Ekonomi
11. BAB XI : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Hindu-Budha
12. BAB XII : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Islam Di Indonesia
13. BAB XIII : Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa
14. BAB XIV : Kegiatan Pokok Ekonomi
15. BAB XV : Badan Usaha dan Perusahaan
16. BAB XVI : Kewirausahaan

Materi Pelajaran IPS Kelas 8
1. BAB I Kondisi Fisik Wilayah Geografi Dengan Aktivitas Penduduk
2. BAB II Permasalahan Penduduk Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan
3. BAB III Lingkungan Hidup Dan Pembangunan Berkelanjutan
4. BAB IV Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme Barat
5. BAB V  Proses Terbentuknya Kesadaran Nasional Dan Perkembangan Pergerakan Kebangsaaan Indonesia
6. BAB VI Penyakit Sosial Dan Penyimpangan Sosial
7. BAB VII Pelaku Kegiatan Ekonomi
8. BAB VIII  Peristiwa-Peristiwa Sekitar Proklamasi Dan Terbentuknya Nkri
9. BAB IX Persiapan Kemerdekaan Indonesia
10. BAB X Bentuk-Bentuk Hubungan Sosial Dan Pranata Sosial
11. BAB XI Pengendalian Penyimpangan Sosial
12. BAB XII Ketenagakerjaan
13. BAB XIII Sistem Perekonomian Indonesia
14. BAB XIV Perpajakan
15. BAB XV Permintaan, Penawaran Dan Harga Pasar

Materi Pelajaran IPS Kelas 9
1. BAB I : Negara Berkembang dan Negara Maju
2. BAB II : Perang Dunia II Serta Pengaruhnya Bagi Indonesia
3. BAB III : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
4. BAB IV : Peristiwa-peristiwa Politik dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan
5. BAB V : Perubahan Sosial Budaya
6. BAB VI : Uang dan Lembaga Keuangan
7. BAB VII : Perdagangan Internasional
8. BAB VIII : Pola dan Bentuk Permukaan Bumi
9. BAB IX : Geografi Asia Tenggara
10. BAB X : Benua dan Samudera
11. BAB XI : Perjuangan Bangsa Indonesia Merebut Irian Barat
12. BAB XII : Peristiwa Tragedi Nasional Peristiwa Madiun/PKI/DI/TII, G 30 S/PKI
13. BAB XIII : Berakhirnya Masa Orde Baru dan Lahirnya Reformasi
14. BAB XIV : Lembaga-Lembaga Internasional dan Peran Indonesia
15. BAB XV : Perilaku Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Budaya Di Era Global
16. BAB XVI : Kerjasama Ekonomi Internasional

Selengkapnya silakan Download Modul / Rangkuman Materi UJian Sekolah IPS Kelas 7, 8 dan 9 pada link berikut ini

Pergerakan Nasional

6:17 AM Add Comment
Pergerakan Nasional

Latar Belakang:
• Max Havelaar karangan Douwes Dekker atau Multatuli menentang praktek tanam paksa di daerah Lebak, Baron van Hoevel mengkritik penyelewengan tanam paksa.
• Theodore van Deventer, menuntut penghapusan tanam paksa. Dikenal sebagai politik etis atau politik balas budi. Dilaksanakan th 1901:[edukasi, irigasi, transmigrasi]
• Untuk anak Eropa dan Bumiputera kelas atas ada sekolah [HIS, MULO, AMS, Kweekschool, STOVIA, THS]
• Pendidikan dianggap menaikkan status sosial anak
• Pendidikan menimbulkan golongan cendekiawan/pelajar

Perlawanan Bangsa Indonesia
a. Sebelum tahun 1908 - bersifat lokal - tidak menggunakan organisasi modern - bergantung kepada seorang pemimpin
b. Sesudah tahun 1908 - bersifat nasional - menggunakan organisasi modern - tidak bergantung pada seorang pemimpin
Faktor pengaruh tumbuhnya pergerakan nasional di Indonesia :
Faktor dari dalam
1. Penderitaan akibat praktek-praktek kolonialisme yang menumbuhkan perasaan senasib dan sepenanggungan
2. Politik Etis menumbuhkan golongan cendekiawan dan menjadi pelopor pergerakan nasional
Faktor dari luar
1. Kemenangan Jepang melawan Rusia dalam perang tahun 1905
2. Adanya pergerakan nasional di negara lain seperti India, Fillipina, Cina, Turki



Klasifikasi pergerakan nasional berdasar sifat gerakan:
1. Kooperatif : Kerjasama dengan penjajah
2. Non-Kooperatif : tidak bekerjasama dengan penjajah

Klasifikasi berdasar misi:
Sifat misi - radikal [IP, PKI, PNI, Partindo, Gerindo] - moderat [PSII, PII, BU, Parindra] Prinsip perjuangan - Kooperatif [BU, PSII, Gerindo] - Non-kooperatif [PKI, PNI, Partindo] - Insidental [Parindra][ada pada saat dibutuhkan] Dasar gerakan politik - Kebangsaan [PNI, Partindo, Parindra, BU, IP, Gerindo] - Internasional [PKI] - Agama [PSII, PII]

ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL
Budi Utomo
Didirikan tanggal 20 mei 1908 [sekarang Hari Kebangkitan Nasional] Didirikan dr. Sutomo, dr. Ciptomangunkusumo, dan dr. Gunawan [pelajar STOVIA]
• Sarekat Islam
• Semula bernama SDI, yg didirikan di Surakarta 1909. Oleh KH. Samanhudi
• Bidang agama dan perdagangan
• 1911, SDI berubah jadi Sarekat Islam.
• Dipimpin HOS. Cokroaminoto
• Tokoh lain: H. Agus Salim, Abdul Muis. Indische Partij
• Didirikan RM. Suwardi Suryaningrat, dr Cipto Mangunkusumo, EFE. Douwes Dekker, 1912, Bandung.
• Suwardi Suryaningrat mengkritik perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda dengan tulisan Als ik een Nederlander was [andai aku seorang Belanda]
• Kihajar Dewantara, dr. Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dibuang ke Belanda.
Perhimpunan Indonesia [tadinya bernama Indische vereeniging]
• Didirikan oleh pelajar Indonesia di negeri Belanda 1922.
• Tokoh: Moh. Hatta, Ahmad Subardjo, Natzir Pamontjak, Abdul Majid Joyodiningrat.
• PI menuntut Indonesia Merdeka 1926, anggota PI mengikuti Kongres Liga Anti Imperialisme di Brussel, Belgia. Pemimpin PI akhirnya ditangkap Belanda, tetapikembali dibebaskan, karen tidak terbukti bersalah
Indische Sociaal Democratische Vereeniging [ISDV]
• *Dikembangkan Sneevliet
• ISDV melakukan penetrasi ke tubuh organisasi pergerakan, antara lain SI, melalui Semaun dan Darsono.
• SI pecah jadi 2: * SI Merah condong ke paham sosialis * SI putih mempertahankan asas dan tujuan SI
• Semaun adalah pimpinan SI Merah, setelah kelusr dari SI Merah ia mendirikan PKI PKI berkaitan dengan komitern di Moscow, Uni Soviet.
• PKI mempengaruhi petani dan rakyat kecil
• 1926, pemberontakan PKI di Madiun. Oleh Alimin dan Tan Malaka, tapi gagal.
PNI
• Didirikan tahun 1927, Bandung.
• Oleh pelajar yang tergabung dalam Algemeene Studie Club dengan ketua Ir. Soekarno.
• PNI membahayakan Belanda. Maka tokoh-tokoh PNI ditangkap dan dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung. Dalam penjara Ir. Soekarno menulis pidato "Indonesia Menggugat"
• Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo.
• Moh. Hatta yang tidak setuju pembentukan Partindo membentuk PNI Baru
• Ir. Soekarno bergabung dengan Partindo.
• Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Endi, Flores. Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira.

Organisasi yang bersifat kooperatif
PBI, GAPI, Parindra.
Perjuangan organisasi melalui Volksraad, 1918.
• Masa Gubernur Tjarda Van Starkeborgh.
• Tujuan: mendapat perwakilan rakyat Indonesia dalam pemerintahan
Organisasi pergerakan dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan dan kewanitaan
• Muhammadiyah, Taman Siswa, INS, NU, Sekolah Kautamaan Istri, Wanita Susilo, dll
• Organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan : Tri Koro Dharmo[yang pertama], Jong sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Minahasa, Jong Java, Jong Batak, Jong Pasundan,dll

SUMPAH PEMUDA
1. 1926, Kongres Pemuda I, Surabaya. Mendirikan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia[PPPI]
2. 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II
Sumpah Pemuda Kami putra putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yangsatu bangsa Indonesia Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
• Pada Kongres Pemuda II, Lagu Indonesia Raya, WR. Supratman, untuk pertamakali dinyanyikan dengan instrumental
• Dibentangkan simbol merah putih waktu itu.
PERANAN PERS
Organisasi pergerakan punya surat kabar sendiri: BU-->Dharmo Kondo SI-->Utusan Hindia IP-->De Express PI-->Indonesia Merdeka

Faktor-faktor Pembentukan Tanah

8:32 PM Add Comment
Faktor-faktor Pembentukan Tanah

Dalam faktor pembentukan tanah dibedakan menjadi dua golongan yaitu, faktor pembentukan tanah secara pasif dan aktif. Faktor pembentukan tanah secara pasif adalah bagian-bagian yang menjadi sumber massa dan keadaan yang mempengaruhi massa yang meliputi bahan induk, tofografi dan waktu atau umur. Sedangkan faktor pembentukan tanah secara aktif ialah faktor yang menghasilkan energi yang bekerja pada massa tanah, yaitu iklim, (hidrofer dan atmosfer) dan makhkluk hidup (biosfer). Adapun pembentukan tanah di pengaruhi oleh lima faktor yang bekerjasama dalam berbagai proses, baik reaksi fisik (disintregrasi) maupun kimia (dekomposisi). Semula dianggap sebagai faktor pembentukan tanah hanyalah bahan induk, iklim, dan makhluk hidup. Setelah diketahui bahwa tanah berkembang terus, maka faktornya ditambah dengan waktu. Tofografi (relief) yang mempengaruhi tata air dalam tanah dan erosi tanah juga merupakan faktor pembentukan tanah.

1. Iklim
Iklim adalah rata-rata cuaca semua energi untuk membentuk tanah datang dari matahari berupa penghancuran secara radio aktif yang menghasilkan gaya dan panas. Enegi matahari menyebabka terjadinya fotosintesis (asimilasi) pada tumbuhan dan gerakan angin menyebabkan transfirasi dan evaforasi (keduanya disebut evafotranspirasi). Akibat langsung dari gerakan angin terhadap pembentukan tanah yaitu berupa erosi angin dan secara tidak langsung berupa pemindahan panas. Komponen iklim yang utama adalah curah hujan dan suhu (temperatur). Faktor pembentukan tanah melalui iklim meliputi curah hujan dan suhu.
• Curah Hujan
Pada umumnya makin banyak curah hujan maka keasaman tanah makin tinggi atau pH tanah makin rendah, karena banyak unsur-unsur logam alkali tanah yang terlindi misalnya, Na, Ca, Mg, dan K, dan sebaliknya makin rendah curah hujan maka makin rendah tingkat keasaman tanah dan makin tinggi pH tanah. Makin lembab suatu tanah maka makin jelek aerasinya dan juga sebaliknya, hal ini desebabkan karena adanya pergantian antara air dan udara dalam tanah.
• Suhu (temperatur)
Suhu sangat berpengaruh bagi proses pembentukan tanah meliputi evapotranspirasi yang meliputi gerak air di dalam tanah, juga meliputi reaksi kimia bilamana suhu makin besar maka makin cepat pula reaksi kimia berlangsung.

2. Bahan Induk
Dalam proses pembentukan tanah juga terdapat bahan induk yang menyusun pembentukan tanah, bahan induk tersebut bersumber dari batuan dan bahan organik.
• Batuan
Batuan dapat didefinisikan sebagai bahan padat yang terjadi didalam membentuk kerak bumi, batuan pada umumnya tersusun atas dua mineral atau lebih. Berdasarkan cara terbentuknya batuan dapat dibedakan menjadi 3 jenis batuan, yaitu beku, batuan endapan dan batuan malihan.
- Batuan Beku
Batuan beku atau batuan vulkanik terbentuk oleh magma yang berasal dari letusan gunung berapi, batuan beku atau batuan vulkanik terdiri dari meneral yang tinggi dan banyak mengandung unsur hara tanaman. Di Indonesia batuan vulkanik memegang peranan yang lebih penting, hal ini di sebabkan karena gunung berap[i tersebar mana-mana, dan karena letesan gunung berapi yang menghasilkan batuan vulkanik yang menyebabkan kesuburan tanah. Selain atas dasar terjadinya batuan vulkanik juga dapat dibagi atas dasar kandungan kadar Si O2 nya menjadi tiga golongan, yaitu, batuan asam yang berkadar Si O2 lebih dari 65%, batuan intermedier yang kadar Si o2 antar 52% s/d 65% dan batuan basis yang berkadar Si O2 kurang dari 52%.
Batuan vulkanik di Indonesia kebanyakan termasuk basis, kemudian intermedier dan yang paling sedikit batuan asam. Batuan asam biasanya berwarna lebih muda dari pada batuan basis, batuan asam juga biasanya lebih banyak mengandung alkali dan Al, sedangkan kadar unsur-unsur seperti Fe,Mg dan Ca lebih rendah, sehingga berat jenisnya juga lebih kecil. Perbedaan lain adalah mengenai daya tahannya terhadap proses pelapukan, batuan asam lebih tahan terhadap proses pelapukan karena warnanya kebih muda. Akibatnya tanah yang berasal dari batuan asam tektunya lebih kasar daripada tanah yang berasal dari bari batuan basis, maka dapat dikatakan tanah yang berasal dari batuan asam mempunyai kandungan unsurhara yang sedikit dibandingkan dengan tanah yang berasal dari batuan basis.
- Batuan Endapan
Batuan endapan terjadi karena proses pengendapan bahan yang diangkut oleh air atau udara dalam waktu yang lama. Ciri untuk membedakan batuan endapan dan batuan lainnya yaitu, batuan endapan biasanya berlapis, mengandung jasad (fosil) atau bekas-bekasnya dan adanya keseragaman yangnyata dari bagian-bagian berbentuk bulat yang menyusun.
Adanya lapisan dalam batuan ini disebabkan karena timbunan lapisan pengendapan yang masing-masing berbeda bahan, tekstur, warna dan tebalnya. Perbedaan ini terutama di sebabkan oleh karena perbedaan waktu pengendapan dan bahan yang diendapkannya.jika bahan yang diendapkannya seragam maka ciri akan terlihat kurang jelas. Batuan endapan dari bahan-bahan yang diendapkan dari hasil pecahan batuan yang telah ada sebelumnya. Proses pelapukan batuan endapan dapat terjadi melalui gerakan bumi, seperti gempa bumi, patahan,timbulan,bahkan lipatan, dan tekanan akibat temperartur, juga bisa diakibatkan oleh tenaga mahkluk hidup saeperti akar dan hewan, maupun gaya kimia yang di sebabkan oleh gaya kimia seperti CO2, O2 asam organik dan sebagainya.
- Batuan Malihan
Batuan malihan terbentuk dari batuan beku atau batuan endapan atau juga dapat terbentuk dari batuan malihan lainnya yang mengalami proses perubahan susunan dan sentuknya yang akibatkan oleh pengaruh panas, tekanan atau gaya kimia. Batuan malihan adalah batuan yanga memiliki sipat - sipat akibat telah malihnya batuan semula baik batuan beku maupun endapan. Yang di namakan proses malihan adalah jumlah proses yang bekerja dalam zone pelapukan dan menyebabkan pengkristalan kembali bahan induk. Adapun sarat tejadinya proses malihan yaitu di sebabkan oleh temperatur tinggi, tekanan kuat, dan waktu lama.
Temperatur tinggi saling mempercepat reaksi kimia juga penting untuk dapat melampaui temperatur mineralnya. Secara teori dapat di terapkan atom - atom yang menyusun mineral setelah mencapai temperatur kritik amplitudo getarannya akan sedemikian besarnya, sehingga atom - atom dapat bergerak lebih besar dan mampu bertukar tempat. Temperatur yang tinggi juga dapat mempertinggi plasitisitas mineral. Sumber panasnya berasal dari bagian dalam bumi, energi mekanik menghasilkan yang merupakan hasil proses geologi dan magma yang meleleh.
Tekanan yang mempengaruhi proses malihan ada macam, yaitu tekanan hidrostastik dan tekanan yang berarah berupa desakan. Yang tertama menyebabkan perubahan volume dan menghasilkan stuktur butir yang tidak teratur, sedangkan desakan menyebabkan bentuk dan menghasilkan struktur sejajar. Tekanan yuang seragam mempengaruhi keseimbangan kimia dengan memacu pengeluaran volume dan pembentukan mioniral-mineral yang rapat jenisnyalebih tinggi, sedangkan desakan mewujudkan berbagai pengaruh terhadap susunan mineral batuan. Waktu yang lama lambat laun membentuk batuan malihan.

• Organik
Bahan organik brperan terhadap kesuburan tanah dan berpengaruh juga ketahanan agregat tahan. Juga bahan organik mempunyai pengaruh terhadap warna tanah yang menjadikan warna tanah coklat kehitaman.serta terhadap ketersediaan hara dalam tanah. Tumbuhan menjadi sumber utama bagi bahan organik, pada keadaan alami tumbuhan menyediakan bahan organik yang sangat besar, akibat pencernaan oleh mikro organisme bahan organik tercampur tercampur dalam tanah secara proses imfiltasi. Beberapa bentuk kehidupan seperti cacing, rayap, dan semut berperan penting dalam pengangkutan tanah.
Faktor yamg mempengaruhi bahon organiuk tanah yaitu, kedalaman tanah yang mentukan kadar bahan bahan organik yang ditentukan pada kedalaman 20 cm dan makin kebawah makin berkurang, faktor iklim menyebabkan bilamana semakin rendahnya susu maka makin tinggi pula bahan organik uyang terkandung dalam tanah.



3. Makhluk Hidup
Semua mahkluk hidup, baik hidupnya maupun sudah mati mempunyai pengaruh terhadap pembentukan tanah. Di antara makhluk yang paling berpengaruh adalah vegetasi karena jumlahnya banyak dan berkedudukan tepet untuk waktu yang lama, sedangkan hewan dan manusia berpengaruh tidak langsung melalui vegetasi.
Jasad remik (mikro organisme) dalam tanah mempunyai peranan dalam prose peruraian bahan organik menjadi unsur hara dapat di serap oleh akar tanaman dan pembentukan humus (bunga tanah). Cacing tanah sangat aktif dalam peruraian (dekoposisi) serasaah. Pada waktui malam hari cacing – cacing membawa guguran dedaunan dan rerumputan kedalam lubang-lubangmnya dan mencampur dengan mineral-mineral tanah. Sokresin yang dikeluarkan mengandung Ca lebih banyak daripada tanah disekitarnya. Lubang-lubang cacing akan mempengaruhi aerasi dan perembesan air .
Semut-semut menyusup kedalam tanah dan mengangkut bahan-bahan dari dalam tanah kepermukaa tanah sambil membangun sarang-sarangnya berupa berupa bukit-bukit kecil di pertmukaan tanah dan sering pada batang-batang pohon. Rayap-rayap makan sisa-sisa bahan organik. Tikus dan binatang lai menggunakan tanah sebagai tempat tinggal dan tempat perlindungan. Manusia mempengaruhi pembentukan tanah melalui cara penggunaan tanahnya, terutama cara bercocok tanam, menentukan jemnis tanaman yang di tanam, cara pengolahan atau penggarapan, permukaan, cara pemanenan, menentukan rotasi tanaman damn lain sebagainya.

4. Topografi
Topogarfi alam dapat mempercepat atau memperlambat kegiatan iklim. Pada tanah datar kecepatan pengaliran air lebih kecil daripada tanah yang berombak. Topografi miring mepergiat berbagai proses erosi air, sehingga membatasi kedalaman solum tanah. Sebaliknya genangan air didataran, dalam waktu lama atau sepanjang tahun, pengaruh ilklim nibsi tidak begitu nampak dalam perkembangan tanah.
Didaerah beriklim humid trop[ika dengan bahan induk tuff vulkanik, pada tanah yang datar membentuk tanah jenis latosol berwarna coklat, sedangkan di lereng pegunungan akan terbentuk latosol merah. Didaerah semi arid (agak kering) dengan bahan induk naval pada topografi datar akan membentuk tanah jenis grumosol, kelabu, sedangkan dilereng pegunungan terbentuk tanah jenis grumosol berwarna kuning coklat.Di lereng pegunungan yang curam akan terbentuk tanah dangkal. Adanya pengaliran air menyebabkan tertimbunnya garam-garam di kaki lereng, sehingga di kaki gunung berapi di daerah sub humid terbentuk tanah berwarna kecoklat-coklatan yang bersifat seperti grumosol, baik secara fisik maupun kimianya. Di lereng cekung seringkali bergabung membentuk cekungan pengendapan yang mampu menampung air dan bahan-bahan tertentu sehingga terbentuk tanah rawang atau merawang.

5. Faktor Waktu
Lamanya bahan induk mengalami pelapukan dan perkembangan tanah, memainkan peranan penting dalam menentukan jenis-jenis tanah terbentuk. Gunung berapi mengendapkan lava dan abu gunung disaat terjadi letusan gunung berapi tersebut, seringkali pengendapan lava ataupun terjadinya letusan gunung tidak terjadi pada waktu yang sama. Semua tinfgkatan perkembangan tanah dapat di temukan kembali pada endapan-endapan itu. Didaerah beriklim tropika, pembentukan tanah dari bahan induk berupa abu gunung berapi berlangsung cepat, sehingga dalam waktu empat belas tahun sudah dapat terbentuk tanah yang cukup subur.

Pengertian Gempa Bumi dan Faktor-faktor Penyebabnya

8:25 PM Add Comment
A. Pengertian GEMPA BUMI
Gempa bumi ( Seisme ) adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber di dalam bumi yang merambat melalui permukaan bumi dan menembus bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi) ( lampiran ). Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba tiba sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi.
 Berdasarkan atas penyebabnya gempa Bumi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Gempa Tektonik
Adalah Gempa yang di sebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Lempeng tektonik bumi kita ini terus bergerak, ada yang saling mendekat di bagi menjadi:
(1) Penunjaman antara kedua lempeng samurdra (lampiran)
(2) Penunjaman antara lempeng samudra dan lempeng benua ( lampiran )
(3) Tumbukan antara kedua lempeng benua ( lampiran )
saling menjauh, atau saling menggelangsar. Karena tepian lempeng yang tidak rata, jika bergesekan maka, timbullah friksi. Friksi inilah yang kemudian melepaskan energi goncangan.
2. Gempa Vulkanik
Adalah gempa yang disebabkan oleh kegiatan gunung api. Magma yang berada pada kantong di bawah gunung tersebut mendapat tekanan dan melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran tanah. Gempa ini disebabkan oleh kegiatan gunung api. Magma yang berada pada kantong di bawah gunung tersebut mendapat tekanan dan melepaskan energinya secara tiba-tiba sehingga menimbulkan getaran tanah.
3. Gempa Runtuhan
Adalah gempa local yang terjadi apabila suatu gua di daerah topografi karst atau di daerah pertambangan runtuh. Sifat gempa bumi runtuhan : Melalui runtuhan dari lubang-lubang interior bumi.
Sebenarnya mekanisme gempa tektonik dan vulkanik sama. Naiknya magma ke permukaan juga dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik pada sesar bumi. Biasanya ini terjadi pada batas lempeng tektonik yang bersifat konvergen (saling mendesak). Hanya saja pada gempa vulkanik, efek goncangan lebih ditimbulkan karena desakan magma, sedangkan pada gempa tektonik, efek goncangan langsung ditimbulkan oleh benturan kedua lempeng tektonik. Bila lempeng tektonik yang terlibat adalah lempeng benua dengan lempeng samudra, sesarnya berada di dasar laut, karena itu biasanya benturan yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami.
 Menurut Fowler, 1990 mengklasifikasikan gempa berdasarkan kedalaman fokus sebagai berikut:
• Gempa dangkal : kurang dari 70 km
• Gempa menengah : kurang dari 300 km
• Gempa dalam : lebih dari 300 km (kadang-kadang > 450 km)
 Anatomi Gempa
Ilmu yang mempelajari tentang gempa disebut dengan seismologi. Ilmu ini mengkaji tentang apa yang terjadi pada permukaan bumi di saat gempa, bagaimana energi goncangan merambat dari dalam perut bumi ke permukaan, dan bagaimana energi ini dapat menimbulkan kerusakan, serta proses penunjaman antar lempeng pada sesar bumi yang menyebabkan terjadinya gempa.

B. PENYEBAB TERJADINYA GEMPA BUMI
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itu lah gempa bumi akan terjadi.
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

 Hiposenter dan Episenter (Focus and Epicenter)
Titik dalam perut bumi yang merupakan sumber gempa dinamakan hiposenter (lampiran) atau fokus. Proyeksi tegak lurus hiposenter ini ke permukaan bumi dinamakan episenter ( lampiran ). Gelombang gempa merambat dari hiposenter ke patahan sesar fault rupture. Bila kedalaman fokus dari permukaan adalah 0 - 70 km, terjadilah gempa dangkal (shallow earthquake), sedangkan bila kedalamannya antara 70 - 700 km, terjadilah gempa dalam (deep earthquake). Gempa dangkal menimbulkan efek goncangan yang lebih dahsyat dibanding gempa dalam. Ini karena letak fokus lebih dekat ke permukaan, dimana batu-batuan bersifat lebih keras sehingga melepaskan lebih besar regangan (strain).
 Sesar Bumi (Earth Fault)
Sesar (fault) adalah celah pada kerak bumi yang berada di perbatasan antara dua lempeng tektonik. Gempa sangat dipengaruhi oleh pergerakan batuan dan lempeng pada sesar ini. Bila batuan yang menumpu merosot ke bawah akibat batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling menjauh, sesarnya dinamakan sesar normal (normal fault) (lampiran). Bila batuan yang menumpu terangkat ke atas akibat batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling mendorong, sesarnya dinamakan sesar terbalik (reverse fault) (lampiran). Bila kedua batuan pada sesar bergerak saling menggelangsar, sesarnya dinamakan sesar geseran-jurus (strike-slip fault).(lampiran)
Sesar normal dan sesar terbalik, keduanya menghasilkan perpindahan vertikal (vertical displacement), sedangkan sesar geseran-jurus menghasilkan perpindahan horizontal (horizontal displacement).
C. Mengukur Gempa
Mengukur kekuatan gempa dapat menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Maka berdasarkan pendekatannya, skala pengukuran gempa dapat dibagi menjadi dua, yaitu 1) magnitudo (magnitude) yang merupakan skala kuantitatif, dan 2) intensitas (intensity) yang merupakan skala kualitatif.
1. Magnitudo
. Ada bermacam-macam jenis magnitudo gempa, diantaranya adalah:
1.Magnitudo lokal ML (local magnitude)
2.Magnitudo gelombang badan MB (body-wave magnitude)
3.Magnitudo gelombang permukaan MS (surface-wave magnitude)
4.Magnitudo momen MW (moment magnitude)
5.Magnitudo gabungan M (unified magnitude)
Namun yang paling populer adalah magnitudo lokal ML yang tak lain adalah Magnitudo Skala Richter (SR). Magnitudo ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1935 oleh seorang seismologis Amerika, Charles F. Richter, untuk mengukur kekuatan gempa di California. Richter mengukur magnitudo gempa berdasarkan nilai amplitudo maksimum gerakan tanah (gelombang) pada jarak 100 km dari episenter gempa. Besarnya gelombang ini tercatat pada seismograf. Seismograf dapat mendeteksi gerakan tanah mulai dari 0,00001 mm (1x10-5 mm) hingga 1 m. Untuk menyederhanakan rentang angka yang terlalu besar dalam skala ini, Richter menggunakan bilangan logaritma berbasis 10. Ini berarti setiap kenaikan 1 angka pada skala Richter menunjukkan amplitudo 10 kali lebih besar.

Gejala Diaptropisme dan Vulkanisme

8:19 PM Add Comment
1. Diastropisme
Yaitu semua peristiwa yang berhubungan dengan kekuatan gaya tarik menarik pada bagian kulit muka bumi sehingga menghasilkan bentuk patahan dan lipatan. Patahan akan terjadi bila struktur batuan mendapatkan tekanan yang sangat besar yang melewati batas titik patah batuan, sedangkan akan terjadi lipatan jika tekanan horizontal saling bertemu pada suatu titik batuan yang elastis.
a. Patahan
Patahan dibedakan dalam beberapa bentuk sebagai berikut:
1) Patahan normal yaitu patahan yang arah lempeng batuannya mengalami penurunan yang mengikuti arah
gaya berat.
2) Patahan reverse yaitu patahan yang arah lempeng batuannya bergerak naik berlawanan dengan arah gaya
berat.
3) Patahan slip fault yaitu patahan yang dipengaruhi oleh dua tenaga penggerak lapisan batuan yang saling
bertemu berawanan arah.


b. Lipatan
Berdasarkan sumbunya, lipatan dibedakan:
1) Lipatan tegak yaitu lipatan yang mempunyai antiklinal dan sinklinal dengan letak yang simetrik terdapat
sumbu lipatan di sampingnya.
2) Lipatan miring yaitu lipatan yang mempunyai antiklinal agak miring
3) Lipatan menggantung yaitu lipatan yang mempunyai antiklinal dan sinklinal yang lebih miring daripada lipatan miring.
4) Lipatan isoklinal yaitu lipatan yang mempunyai beberapa antikinal yang relatif sejajar.
5) Lipatan rebah yaitu lipatan yang terjadi karena adanya tekanan yang kuat yang mendorong bagian dasar dari lipatan.

2. Vukanisme
Yaitu peristiwa yang berhubungan dengan keluarnya magma ke permukaaan bumi. Magma sendiri merupakan campuran batuan cair pijar, liat, dan sangat panas yang terdapat pada lapisan kerak bumi. Magma ketika sudah sampai di permukaan bumi disebut sebagai lava.


Ada tiga zona tempat terjadinya vulkanisme, yaitu:
1) Vulkanisme pada zona divergen, yaitu gunung api yang muncul pada jalur rekahan antar lempeng kerak bumi. Magma pada gunung api zona ini berasal dari lapisan astenosfer/mantel bumi, yang keluar melalui sela-sela retakan lempeng. Magmanya sangat cair, sehingga tidak menghasilkan letusan yang eksplosif. Apabila terjadinya di tengah laut, menghasikan relief yang berupa igir tengah samudera (mid oceanic ridge), yakni igir yang memanjang sepanjang jalur rekahan lempeng atau berupa dataran lava yang luas.
2) Vulkanisme pada zona konvergen, yaitu gunung api yang muncul pada zona pertemuan antara dua lempeng kerak bumi. Magmanya berasal dari pencairan endapan laut yang berasal dari darat ketika menyusup (subduksi) ke bawah lempeng benua. Endapan tersebut mempunyai tekanan yang besar dan bersuhu panas, yang semakin lama semakin bertambah, sehingga mempunyai kekuatan untuk mendesak keluar, yang biasanya menhasilkan letusan yang dahsyat. Gunung api yang dihasilkan umumnya berbentuk kerucut, karena material letusannya yang cenderung kental padat. Contoh gunung api pada zona ini antara lain: gunung Kelud, Gunung Merapi, Gunung Krakatau, Gunung Fujiyama.



3) Vulkanisme pada tengah lempeng kerak bumi yaitu gunung api yang muncul di tengah-tengah lempeng kerak bumi tanpa adanya retakan. Magmanya berasal pencairan astenosfer di bawah kerak bumi karena adanya penumpukan mineral radioaktif. Pencairan tersebut menyebabkan kerak bumi menjadi tipis dan mudah ditembus oleh magma, dan biasanya magmanya sangat cair serta tidak menghasilkan letusan yang hebat.
Dilihat dari bentuknya, gunung api dibedakan menjadi tiga yaitu:
1) Gunung api kerucut (strato)
Gunung api ini terbentuk karena letusan (eksplosif) serta lelehan (efusif) terjadi secara bergantian, sehingga terjadi penyusunan material pembentuk tubuh gunung api yang beragam, yang semakin tinggi dan mengerucut seiring dengan semakin seringnya terjadi letusan.
2) Gunung api perisai (tameng)
Yaitu gunung api yang berbentuk seperti perisai, terjadi karena lelehan magma yang bersifat sangat cair, sehingga membentuk lereng yang sangat landai, dengan kemiringan 1° - 10°.
3) Gunung api maar (corong)
Yakni gunung api yang berbentuk seperti corong, terbentuk karena letusan yang hebat disertai dengan keluarnya gas yang menhilangkan bagian puncak gunung, sehingga terbentuk kawah yang dikelilingi tanggul. Bagian lekuk kawah biasanya ada yang terisi air yang menyebabkan terjadinya danau kawah.

Pengertian Status Sosial, Macam-Macam Status Sosial & Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat

8:58 PM Add Comment
Arti Definisi / Pengertian Status Sosial :
Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Jenis-Jenis/Macam-Macam Status Sosial & Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat - Sosiologi
Definisi / pengertian dari status sosial, kelas sosial, stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis atau macam-macam status sosial serta jenis / macam stratifikasi yang ada dalam masyarakat luas :

A. Macam-Macam / Jenis-Jenis Status Sosial
1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.

Jenis-Jenis/Macam-Macam Status Sosial & Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat - Sosiologi
Definisi / pengertian dari status sosial, kelas sosial, stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis atau macam-macam status sosial serta jenis / macam stratifikasi yang ada dalam masyarakat luas :

Macam-Macam / Jenis-Jenis Status Sosial
1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.

2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.

3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.

Bentuk Bentuk Interaksi Sosial

8:56 PM Add Comment
Bentuk Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi Primer
Interaksi Primer adalah interaksi (hubungan) yang pertama kali dilakukan individu semasa kecil denganbelajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Interaksi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.


Interaksi Sekunder
Interaksi sekunder adalah suatu proses interaksi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.

Bentuk-Bentuk Proses Sosial

10:24 PM Add Comment
Menurut Gillin and Gillin, proses social ada dua bentuk, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

a. Proses sosial yang asosiatif
Proses sosial yang asosiatif adalah proses sosial yang berjalan positif dan menghasilkan keteraturan dan integrasi sosial. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif, yaitu kerjasama, akmodasi, asimilasi, dan alkulturasi sosial. Proses sosial yang asosiatif ini mendorong terbentuknya pranata, lembaga atau organisasi sosial.
1) Kerjasama sosial
Kerja sama sosial (cooperation) adalah usaha bersama antara dua individu atau dua kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya, kerjasama dalam mendirikan rumah, organisasi, perusahaan, Negara dan sebagainya. Kerjasama inilah yang mendorong terwujudnya keteraturan dan integrasi social. Dengan kerjasama, kegiatan masyarakat akan mudah dilaksanakan daripada dikerjakan sendiri-sendiri. Kesejahteraan social juga akan mudah dicapai jika diusahakan dengan prinsip kerjasama sosial.
Bentuk-bentuk kerjasama sosial, antara lain sebagai berikut :
a) Kerjasama sepontan (spontanneus cooperation), yaitu kerjasama secara tiba-tiba tanpa adanya suatu perintah atau tekanan dari pihak manapun.
b) Kerjasama langsung (directed cooperation), yaitu kerjasama yang terbentuk karena adanya perintah dari atasan.
c) Kerjasama kontrak (contractual cooperation), yaitu kerjasama atas dasar suatu kontrak atau perjanjian tertentu
d) Kerjasama tradisional (tradition cooperation), yaitu kerjasama sosial yang terbentuk karena bersifat tradisi atau adat kebiasaan. Misalnya, kerjasama dalam bentuk gotong royong, tolong menolong, atau solidaritas social.
Berdasarkan pelaksanaannya, bentuk-bentuk kerjasama social, antara lain :
a) Kerukunan, yaitu kerjasama dalam bentuk tolong-menolong, gotong-royong, dan kekeluargaan.
b) Bargaining, yaitu kerjasama berdasarkan suatu perjanjian atau kontrak.
c) Kooptasi, yaitu kerjasama dalam pelaksanaan politik.
d) Koalisi, yaitu penyatuan kedua kelompok atau lebih yang memiliki tujuan sama.
e) Joint venture, yaitu kerjasama dalam pengumpulan modal usaha atau kerjasama dalam mengerjakan proyek tertentu.
2) Akomodasi sosial
Akomodasi sosial (accommodation) adalah proses meredakan suatu pertentangan untuk mencapai keadaan yang stabil. Apabila dua orang atau dua kelompok saling bersitegang, maka akan terjadi proses akomodasi. Pada saat akomodasi berlangsung, kedua belah pihak berada dalam keadaan tidak berhubungan social. Masing-masing pihak mempunyai kesempatan untuk berdamai atau meningkatkan konflik. Contohnya : suami-istri pisah ranjang, atau putusnya hubungan persahabatan antara dua remaja.
Bentuk-bentuka akomodasi sosial, antara lain sebagai berikut :
a) Pemaksaan (coercion), yaitu usaha meredakan pertentangan dengan paksaan. Pemaksaan ini biasanya dilakukan oleh pihak yang kuat (mayoritas) terhadap pihak yang lemah (minoritas).
b) Kompromi (compromise), yaitu pengurangan tuntutan dari kedua pihak untuk mencapai suatu penyelesaian. Kompromi dapat tercapai karena kedua pihak tidak mau melanjutkan pertikaiannya.
c) Arbitrasi (arbritation), yaitu penyelesaian pertentangan atau konflik oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua pihak yang bertikai.
d) Mediasi (mediation), yaitu penggunaan pihak ketiga sebagai mediator yang tidak memihak dalam menyelesaikan suatu pertikaian. Pihak ketiga sebagai penasehat atau mediasi tidak turut mengambil keputusan.
e) Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai penyelesaian masalah.
f) Toleransi (tolerance), yaitu menghadirkan diri dari perselisihan atau bersikap saling menghargai untuk meredakan pertengkaran
g) Stalemate, yaitu usaha kedua pihak untuk menghentikan sendiri pertikaian, karena masing-masing memiliki kekuatan yang seimbang.
h) Ajudikasi (adjudication), yaitu upaya penyelesaian perkara melalui pengadilan.
i) Segresi (segretion), yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara masing-masing pihak saling menghidari konflik agar tidak berkelanjutan.
j) Eliminasi (elimination), yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara salah satu pihak bersedia mengalah, meminta maaf atau mengundurkan diri dari persidangan.
k) Keputusan mayoritas (majority deciation), yaitu suatu keputusan yang diambil dengan suara terbanyak
l) Gencatan senjata (cease fire), yaitu upaya penagguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu dalam mencapai penyelesaian melalui perundingan.

3) Asimilasi sosial
Asimilasi (assimilation) adalah proses penyatuan dua pihak atau dua kelompok yang berbeda kebudayaan dan menghasilkan kelompok yang baru. Contohnya, terbentuknya kelompok masyarakat indo pada zaman colonial hindia-belanda. Contoh lain, terbentuknya agama hindu di india yang merupakan hasil perpaduan antara kepercayaan suku bangsa dravida (penduduk asli) dengan suku bangsa arya (penduduk pendatang)

4) Alkulturasi sosial
Alkulturasi (acculturation) adalah peleburan dua unsur kebudayaan yang berbeda tanpa menghilangkan cirri khas kebudayaan masing-masing. Sebagai contoh, bersatunya kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan hindu-budha, yang tampak dari bentuk bangunan candi, arca, prasasti, cerita wayang golek dan sebagainya.

b. Proses sosial yang disosiatif
Proses sosial yang disosiatif (processes of dissociation) adalah proses sosial yang mengarahkan pada perpecahan dan merengangkan rasa solidaritas kelompok. Bentuk-bentuk proses sosial dissosiatif, yaitu kompetisi, konflik, dan kontraversi sosial. Proses sosial yang disosiatif dapat mendorong terjadinya konflik sosial dan disitegrasi sosial.
1. Persingan (competition)
Persaingan atau kompetisi adalah proses sosial yang ditandai oleh persaingan untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, persaingan untuk mencapai pekerjaan atau jabatan tertentu, atau persaingan siswa di sekolah untuk mencapai peringkat pertama di kelas.
2. Konflik sosial
Konflik sosial (social conflict) adalah proses sosial yang diwarnai oleh terjadinya pertentangan karena perbedaan pandangan dan kepentingan. Misdalnya : konflik sosial antara penduduk asli dengan penduduk pendatang., konflik antara buruh dengan majikan, dan konflik antara atasan dan bawahan.
Jenis-jenis sosial antara lain sebagai berikut :
a) Konflik sosial antar individu
Konflik sosial antar individu adalah pertentangan yang terjadi antar perorangan. Misalnya: perselisihan antara adik dan kakak, suami dengan istrinya, dan pertengkaran antara dua orang teman sekolah.

b) Konflik sosial antar kelompok
Konflik sosial antar kelompok adalah pertentangan yang terjadi antara kelompok dengan kelompok. Misalnya : pertentangan antara dua kelompok siswa yang berbeda sekolah, pertentangan antara dua kelompok pemuda yang beda kampung, dan pertentangan antara dua kelompok pendukung klub sepakbola.

c) Konflik sosial antar ras
Konflik sosial antar ras adalah pertentangan yang terjadi antara dua ras yang berbeda. Misalnya : pertentangan antara ras kulit putih dengan kulit hitam di Amerika Serikat dan Afrika Selatan akibat penerapan politik rasial atau aparthied.

d) Konflik status sosial
Konflik status sosial adalah pertentangan yang terjadi karena perbedaan kedudukan sosial. Misalnya : pertentangan anara buruh dan majikan, pertentangan anatara atasan dengan bawahan, pertentangan anara kelas atas dan bawah

e) Konflik antar budaya
Konflik antar budaya adalah pertentangan yang terjadi akibat perbedaan kebudayaan. Misalnya, pertentangan antara nilai-nilai budaya barat dengan nilkai-nilai budaya Timur.

3) Kontravensi soaial
Kontravensi soaial adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya sikap dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan konflik sosial.
Bentuk-bentuk kontraversi sosial :
a) Kontraversi umum, seperti menghasut, menghalang-halangi, memprotes dan sebagainya
b) Kontraversi sederhana, seperti memaki-maki di telepon, mencerca atau memfitnah
c) Kontraversi intensif, seperti menyebar desas-desus atau mengecewakan orang lain.
d) Kontraversi rahasia, seperti membocorkan rahasia orang lain, berkhianat atau ingkar janji
e) Kontraversi taktis, seperti mengganggu atau menghalang-halangi pihak lain atau kelompok lain

Bentuk-Bentuk Proses Sosial

10:24 PM Add Comment
Menurut Gillin and Gillin, proses social ada dua bentuk, yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif.

a. Proses sosial yang asosiatif
Proses sosial yang asosiatif adalah proses sosial yang berjalan positif dan menghasilkan keteraturan dan integrasi sosial. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif, yaitu kerjasama, akmodasi, asimilasi, dan alkulturasi sosial. Proses sosial yang asosiatif ini mendorong terbentuknya pranata, lembaga atau organisasi sosial.
1) Kerjasama sosial
Kerja sama sosial (cooperation) adalah usaha bersama antara dua individu atau dua kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Contohnya, kerjasama dalam mendirikan rumah, organisasi, perusahaan, Negara dan sebagainya. Kerjasama inilah yang mendorong terwujudnya keteraturan dan integrasi social. Dengan kerjasama, kegiatan masyarakat akan mudah dilaksanakan daripada dikerjakan sendiri-sendiri. Kesejahteraan social juga akan mudah dicapai jika diusahakan dengan prinsip kerjasama sosial.
Bentuk-bentuk kerjasama sosial, antara lain sebagai berikut :
a) Kerjasama sepontan (spontanneus cooperation), yaitu kerjasama secara tiba-tiba tanpa adanya suatu perintah atau tekanan dari pihak manapun.
b) Kerjasama langsung (directed cooperation), yaitu kerjasama yang terbentuk karena adanya perintah dari atasan.
c) Kerjasama kontrak (contractual cooperation), yaitu kerjasama atas dasar suatu kontrak atau perjanjian tertentu
d) Kerjasama tradisional (tradition cooperation), yaitu kerjasama sosial yang terbentuk karena bersifat tradisi atau adat kebiasaan. Misalnya, kerjasama dalam bentuk gotong royong, tolong menolong, atau solidaritas social.
Berdasarkan pelaksanaannya, bentuk-bentuk kerjasama social, antara lain :
a) Kerukunan, yaitu kerjasama dalam bentuk tolong-menolong, gotong-royong, dan kekeluargaan.
b) Bargaining, yaitu kerjasama berdasarkan suatu perjanjian atau kontrak.
c) Kooptasi, yaitu kerjasama dalam pelaksanaan politik.
d) Koalisi, yaitu penyatuan kedua kelompok atau lebih yang memiliki tujuan sama.
e) Joint venture, yaitu kerjasama dalam pengumpulan modal usaha atau kerjasama dalam mengerjakan proyek tertentu.
2) Akomodasi sosial
Akomodasi sosial (accommodation) adalah proses meredakan suatu pertentangan untuk mencapai keadaan yang stabil. Apabila dua orang atau dua kelompok saling bersitegang, maka akan terjadi proses akomodasi. Pada saat akomodasi berlangsung, kedua belah pihak berada dalam keadaan tidak berhubungan social. Masing-masing pihak mempunyai kesempatan untuk berdamai atau meningkatkan konflik. Contohnya : suami-istri pisah ranjang, atau putusnya hubungan persahabatan antara dua remaja.
Bentuk-bentuka akomodasi sosial, antara lain sebagai berikut :
a) Pemaksaan (coercion), yaitu usaha meredakan pertentangan dengan paksaan. Pemaksaan ini biasanya dilakukan oleh pihak yang kuat (mayoritas) terhadap pihak yang lemah (minoritas).
b) Kompromi (compromise), yaitu pengurangan tuntutan dari kedua pihak untuk mencapai suatu penyelesaian. Kompromi dapat tercapai karena kedua pihak tidak mau melanjutkan pertikaiannya.
c) Arbitrasi (arbritation), yaitu penyelesaian pertentangan atau konflik oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua pihak yang bertikai.
d) Mediasi (mediation), yaitu penggunaan pihak ketiga sebagai mediator yang tidak memihak dalam menyelesaikan suatu pertikaian. Pihak ketiga sebagai penasehat atau mediasi tidak turut mengambil keputusan.
e) Konsiliasi (conciliation), yaitu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai penyelesaian masalah.
f) Toleransi (tolerance), yaitu menghadirkan diri dari perselisihan atau bersikap saling menghargai untuk meredakan pertengkaran
g) Stalemate, yaitu usaha kedua pihak untuk menghentikan sendiri pertikaian, karena masing-masing memiliki kekuatan yang seimbang.
h) Ajudikasi (adjudication), yaitu upaya penyelesaian perkara melalui pengadilan.
i) Segresi (segretion), yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara masing-masing pihak saling menghidari konflik agar tidak berkelanjutan.
j) Eliminasi (elimination), yaitu upaya penyelesaian sengketa dengan cara salah satu pihak bersedia mengalah, meminta maaf atau mengundurkan diri dari persidangan.
k) Keputusan mayoritas (majority deciation), yaitu suatu keputusan yang diambil dengan suara terbanyak
l) Gencatan senjata (cease fire), yaitu upaya penagguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu dalam mencapai penyelesaian melalui perundingan.

3) Asimilasi sosial
Asimilasi (assimilation) adalah proses penyatuan dua pihak atau dua kelompok yang berbeda kebudayaan dan menghasilkan kelompok yang baru. Contohnya, terbentuknya kelompok masyarakat indo pada zaman colonial hindia-belanda. Contoh lain, terbentuknya agama hindu di india yang merupakan hasil perpaduan antara kepercayaan suku bangsa dravida (penduduk asli) dengan suku bangsa arya (penduduk pendatang)

4) Alkulturasi sosial
Alkulturasi (acculturation) adalah peleburan dua unsur kebudayaan yang berbeda tanpa menghilangkan cirri khas kebudayaan masing-masing. Sebagai contoh, bersatunya kebudayaan asli Indonesia dengan kebudayaan hindu-budha, yang tampak dari bentuk bangunan candi, arca, prasasti, cerita wayang golek dan sebagainya.

b. Proses sosial yang disosiatif
Proses sosial yang disosiatif (processes of dissociation) adalah proses sosial yang mengarahkan pada perpecahan dan merengangkan rasa solidaritas kelompok. Bentuk-bentuk proses sosial dissosiatif, yaitu kompetisi, konflik, dan kontraversi sosial. Proses sosial yang disosiatif dapat mendorong terjadinya konflik sosial dan disitegrasi sosial.
1. Persingan (competition)
Persaingan atau kompetisi adalah proses sosial yang ditandai oleh persaingan untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya, persaingan untuk mencapai pekerjaan atau jabatan tertentu, atau persaingan siswa di sekolah untuk mencapai peringkat pertama di kelas.
2. Konflik sosial
Konflik sosial (social conflict) adalah proses sosial yang diwarnai oleh terjadinya pertentangan karena perbedaan pandangan dan kepentingan. Misdalnya : konflik sosial antara penduduk asli dengan penduduk pendatang., konflik antara buruh dengan majikan, dan konflik antara atasan dan bawahan.
Jenis-jenis sosial antara lain sebagai berikut :
a) Konflik sosial antar individu
Konflik sosial antar individu adalah pertentangan yang terjadi antar perorangan. Misalnya: perselisihan antara adik dan kakak, suami dengan istrinya, dan pertengkaran antara dua orang teman sekolah.

b) Konflik sosial antar kelompok
Konflik sosial antar kelompok adalah pertentangan yang terjadi antara kelompok dengan kelompok. Misalnya : pertentangan antara dua kelompok siswa yang berbeda sekolah, pertentangan antara dua kelompok pemuda yang beda kampung, dan pertentangan antara dua kelompok pendukung klub sepakbola.

c) Konflik sosial antar ras
Konflik sosial antar ras adalah pertentangan yang terjadi antara dua ras yang berbeda. Misalnya : pertentangan antara ras kulit putih dengan kulit hitam di Amerika Serikat dan Afrika Selatan akibat penerapan politik rasial atau aparthied.

d) Konflik status sosial
Konflik status sosial adalah pertentangan yang terjadi karena perbedaan kedudukan sosial. Misalnya : pertentangan anara buruh dan majikan, pertentangan anatara atasan dengan bawahan, pertentangan anara kelas atas dan bawah

e) Konflik antar budaya
Konflik antar budaya adalah pertentangan yang terjadi akibat perbedaan kebudayaan. Misalnya, pertentangan antara nilai-nilai budaya barat dengan nilkai-nilai budaya Timur.

3) Kontravensi soaial
Kontravensi soaial adalah proses sosial yang ditandai oleh adanya sikap dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, tetapi tidak menimbulkan konflik sosial.
Bentuk-bentuk kontraversi sosial :
a) Kontraversi umum, seperti menghasut, menghalang-halangi, memprotes dan sebagainya
b) Kontraversi sederhana, seperti memaki-maki di telepon, mencerca atau memfitnah
c) Kontraversi intensif, seperti menyebar desas-desus atau mengecewakan orang lain.
d) Kontraversi rahasia, seperti membocorkan rahasia orang lain, berkhianat atau ingkar janji
e) Kontraversi taktis, seperti mengganggu atau menghalang-halangi pihak lain atau kelompok lain

Pengertian Proses Sosial

10:22 PM Add Comment
2. Proses Sosial
Sudah dijelaskan di muka bahwa interaksi sosial mendasari proses sosial. Tanpa interaksi sosial, suatu proses sosial tidak terjadi. interaksi sosial itu dapat terlangsung anatar indivudu dengan induvidu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi social selalu mewarnai kehidupan induvidu-individu dalam masyarakat. Sedangkan Macionis (1997:49) mendefinisikan proses social sebagai proses bertindak (aksi) dan membalas tindakan (reaksi) seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

Hampir setiap manusia melakukan interaksi dan proses sosial. Dalam pelaksanaannya, interaksi sosial atau proses sosial itu dapat bersifat positif maupun negatif. Proses sosial yang berjalan positif akan menghasilkan kerjasama dan integrasi sosial. Sebaliknya, proses sosial yang negatif akan menghasilkan konflik dan disintegrasi sosial.

Pengertian Proses Sosial

10:22 PM Add Comment
2. Proses Sosial
Sudah dijelaskan di muka bahwa interaksi sosial mendasari proses sosial. Tanpa interaksi sosial, suatu proses sosial tidak terjadi. interaksi sosial itu dapat terlangsung anatar indivudu dengan induvidu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi social selalu mewarnai kehidupan induvidu-individu dalam masyarakat. Sedangkan Macionis (1997:49) mendefinisikan proses social sebagai proses bertindak (aksi) dan membalas tindakan (reaksi) seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

Hampir setiap manusia melakukan interaksi dan proses sosial. Dalam pelaksanaannya, interaksi sosial atau proses sosial itu dapat bersifat positif maupun negatif. Proses sosial yang berjalan positif akan menghasilkan kerjasama dan integrasi sosial. Sebaliknya, proses sosial yang negatif akan menghasilkan konflik dan disintegrasi sosial.

Pengertian Proses Sosial

10:22 PM Add Comment
2. Proses Sosial
Sudah dijelaskan di muka bahwa interaksi sosial mendasari proses sosial. Tanpa interaksi sosial, suatu proses sosial tidak terjadi. interaksi sosial itu dapat terlangsung anatar indivudu dengan induvidu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi social selalu mewarnai kehidupan induvidu-individu dalam masyarakat. Sedangkan Macionis (1997:49) mendefinisikan proses social sebagai proses bertindak (aksi) dan membalas tindakan (reaksi) seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

Hampir setiap manusia melakukan interaksi dan proses sosial. Dalam pelaksanaannya, interaksi sosial atau proses sosial itu dapat bersifat positif maupun negatif. Proses sosial yang berjalan positif akan menghasilkan kerjasama dan integrasi sosial. Sebaliknya, proses sosial yang negatif akan menghasilkan konflik dan disintegrasi sosial.

Syarat Interaksi Sosial

10:21 PM Add Comment
Syarat interaksi sosial
Menurut soerjono soekamto, interaksi sosial berlangsung apabila memenuhi 2 syarat berikut ini.
a. Terjadi kontak sosial
Kontak sosial adalah peristiwa terjadinya pertemuan atau saling berhubungan anara dua orang atau dua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dua orang yang terlibat percakapan langsung secara bertatap muka merupakan contoh terjadinya kontak sosial secara langsung. Apabila proses interaksi sosial itu berlangsung melalui telepon atau surat, maka terjadi kontak sosial secara tidak langsung. Dengan demikian, suatu proses interaksi sosial tidak selalu harus terjadi kontak fisik, tetapi dapat pula tanpa kontak fisik, tetapai menggunakan media komunikasi.
Macam kontak social:
a. Menurut cara yang dilakukan
1. Kontak langsung
Merupakan kontak yang terjadi dimana pihak komunikator menyampaikan pesan secara langsung kepada komunikan melalui tatap muka maupun melalui media komunikasi.
2. Kontak tidak langsung
Merupakan kontak social dimana pihak komunikator ,enyampaikan pesannya kepada komunikan melalui perantara atau media tertentu.

b. Menurut proses terjadinya
1. Kontak primer
Merupakan kontak social yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang berhubungan secara langsung melalui tatap muka.

2. Kontak sekunder
Merupakan kontak social yang terjadi melalui pihak ketiga atau media komunikasi.

c. Menurut sifat
1. Kontak positif
Merupakan suatu bentuk kontak social yang mengarah pada suatu kerja sama.
2. Kontak negative
Merupakan kontak social yang pengarah pada suatu pertentangan bahkan berakibat memutuskan interaksi.
d. Menurut bentuknya
1.Kontak social antara individu dengan individu
2. Kontak social antara kelompok dengan kelompok
3. Kontak social antara individu dengan kelompok

b. Terjadi komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah proses saling berhubungan antara dua orang/ pihak atau lebih dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan media atau alat tertentu. Dua orang terlibat dalam percakapan lisan, dua kelompok siswa terlibat diskusi di kelas, dua orang remaja yang sedangt bertelepon merupakan contoh komunikasi sosial.
Dalam proses komunikasi sosial itu terdapat unsur-unsur berikut
- Ada dua pihak yang terlibat dalam komunikasi
- Ada media atau alat yang digunakan dalam berkomunikasi
- Ada pesan atau persoalan yang dibahas bersama dalam komunikasi
- Ada respon atau reaksi dari pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi
Ada tiga tahapan dalam komunikasi :
1. Enconding
Pada tahap ini gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.
2. Penyampaian
Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dapat berupa tulisan atau gabungan dari keduanya.
3. Deconding
Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki
Komunikasi sosial yang dilakukan oleh dua pihak itulah yang memungkinkan terjadinya proses interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat. Tanpa komunikasi social, tidak mungkin suatu interaksi sosial dapat berlangsung. Bahasa merupakan media atau alat komunikasi yang paling efektif dalam proses interaksi sosial. Dua orang yang berebda bahasa tentu saja akan mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Orang di Indonesia yang sedang berkunjung ke Negara-negara eropa, jika tidak mampu berbahasa inggris, akan mengalami kesukaran dalam menjalin komunikasi sosial.
Dengan demikian, kehidupan masyarakat diwarnai oleh komunikasi sosial dan interaksi sosial. Di rumah, seorang anak berinteraksi sosial dengan orang tuanya. Di sekolah, berinteraksi dengan teman dan guru-gurunya. Di masyarakat, ia berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Proses interaksi sosial yang berjalan efektif akan menciptakan keteraturan dan dinamika sosial.

Syarat Interaksi Sosial

10:20 PM Add Comment
Syarat interaksi sosial
Menurut soerjono soekamto, interaksi sosial berlangsung apabila memenuhi 2 syarat berikut ini.
a. Terjadi kontak sosial
Kontak sosial adalah peristiwa terjadinya pertemuan atau saling berhubungan anara dua orang atau dua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dua orang yang terlibat percakapan langsung secara bertatap muka merupakan contoh terjadinya kontak sosial secara langsung. Apabila proses interaksi sosial itu berlangsung melalui telepon atau surat, maka terjadi kontak sosial secara tidak langsung. Dengan demikian, suatu proses interaksi sosial tidak selalu harus terjadi kontak fisik, tetapi dapat pula tanpa kontak fisik, tetapai menggunakan media komunikasi.
Macam kontak social:
a. Menurut cara yang dilakukan
1. Kontak langsung
Merupakan kontak yang terjadi dimana pihak komunikator menyampaikan pesan secara langsung kepada komunikan melalui tatap muka maupun melalui media komunikasi.
2. Kontak tidak langsung
Merupakan kontak social dimana pihak komunikator ,enyampaikan pesannya kepada komunikan melalui perantara atau media tertentu.

b. Menurut proses terjadinya
1. Kontak primer
Merupakan kontak social yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang berhubungan secara langsung melalui tatap muka.

2. Kontak sekunder
Merupakan kontak social yang terjadi melalui pihak ketiga atau media komunikasi.

c. Menurut sifat
1. Kontak positif
Merupakan suatu bentuk kontak social yang mengarah pada suatu kerja sama.
2. Kontak negative
Merupakan kontak social yang pengarah pada suatu pertentangan bahkan berakibat memutuskan interaksi.
d. Menurut bentuknya
1.Kontak social antara individu dengan individu
2. Kontak social antara kelompok dengan kelompok
3. Kontak social antara individu dengan kelompok

b. Terjadi komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah proses saling berhubungan antara dua orang/ pihak atau lebih dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan media atau alat tertentu. Dua orang terlibat dalam percakapan lisan, dua kelompok siswa terlibat diskusi di kelas, dua orang remaja yang sedangt bertelepon merupakan contoh komunikasi sosial.
Dalam proses komunikasi sosial itu terdapat unsur-unsur berikut
- Ada dua pihak yang terlibat dalam komunikasi
- Ada media atau alat yang digunakan dalam berkomunikasi
- Ada pesan atau persoalan yang dibahas bersama dalam komunikasi
- Ada respon atau reaksi dari pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi
Ada tiga tahapan dalam komunikasi :
1. Enconding
Pada tahap ini gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.
2. Penyampaian
Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dapat berupa tulisan atau gabungan dari keduanya.
3. Deconding
Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki
Komunikasi sosial yang dilakukan oleh dua pihak itulah yang memungkinkan terjadinya proses interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat. Tanpa komunikasi social, tidak mungkin suatu interaksi sosial dapat berlangsung. Bahasa merupakan media atau alat komunikasi yang paling efektif dalam proses interaksi sosial. Dua orang yang berebda bahasa tentu saja akan mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Orang di Indonesia yang sedang berkunjung ke Negara-negara eropa, jika tidak mampu berbahasa inggris, akan mengalami kesukaran dalam menjalin komunikasi sosial.
Dengan demikian, kehidupan masyarakat diwarnai oleh komunikasi sosial dan interaksi sosial. Di rumah, seorang anak berinteraksi sosial dengan orang tuanya. Di sekolah, berinteraksi dengan teman dan guru-gurunya. Di masyarakat, ia berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Proses interaksi sosial yang berjalan efektif akan menciptakan keteraturan dan dinamika sosial.

Syarat Interaksi Sosial

10:20 PM Add Comment
Syarat interaksi sosial
Menurut soerjono soekamto, interaksi sosial berlangsung apabila memenuhi 2 syarat berikut ini.
a. Terjadi kontak sosial
Kontak sosial adalah peristiwa terjadinya pertemuan atau saling berhubungan anara dua orang atau dua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dua orang yang terlibat percakapan langsung secara bertatap muka merupakan contoh terjadinya kontak sosial secara langsung. Apabila proses interaksi sosial itu berlangsung melalui telepon atau surat, maka terjadi kontak sosial secara tidak langsung. Dengan demikian, suatu proses interaksi sosial tidak selalu harus terjadi kontak fisik, tetapi dapat pula tanpa kontak fisik, tetapai menggunakan media komunikasi.
Macam kontak social:
a. Menurut cara yang dilakukan
1. Kontak langsung
Merupakan kontak yang terjadi dimana pihak komunikator menyampaikan pesan secara langsung kepada komunikan melalui tatap muka maupun melalui media komunikasi.
2. Kontak tidak langsung
Merupakan kontak social dimana pihak komunikator ,enyampaikan pesannya kepada komunikan melalui perantara atau media tertentu.

b. Menurut proses terjadinya
1. Kontak primer
Merupakan kontak social yang terjadi apabila seseorang atau sekelompok orang berhubungan secara langsung melalui tatap muka.

2. Kontak sekunder
Merupakan kontak social yang terjadi melalui pihak ketiga atau media komunikasi.

c. Menurut sifat
1. Kontak positif
Merupakan suatu bentuk kontak social yang mengarah pada suatu kerja sama.
2. Kontak negative
Merupakan kontak social yang pengarah pada suatu pertentangan bahkan berakibat memutuskan interaksi.
d. Menurut bentuknya
1.Kontak social antara individu dengan individu
2. Kontak social antara kelompok dengan kelompok
3. Kontak social antara individu dengan kelompok

b. Terjadi komunikasi sosial
Komunikasi sosial adalah proses saling berhubungan antara dua orang/ pihak atau lebih dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dengan menggunakan media atau alat tertentu. Dua orang terlibat dalam percakapan lisan, dua kelompok siswa terlibat diskusi di kelas, dua orang remaja yang sedangt bertelepon merupakan contoh komunikasi sosial.
Dalam proses komunikasi sosial itu terdapat unsur-unsur berikut
- Ada dua pihak yang terlibat dalam komunikasi
- Ada media atau alat yang digunakan dalam berkomunikasi
- Ada pesan atau persoalan yang dibahas bersama dalam komunikasi
- Ada respon atau reaksi dari pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi
Ada tiga tahapan dalam komunikasi :
1. Enconding
Pada tahap ini gagasan atau program yang akan dikomunikasikan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat dan gambar yang mudah dipahami oleh komunikan. Komunikator harus menghindari penggunaan kode-kode yang membingungkan komunikan.
2. Penyampaian
Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar disampaikan. Penyampaian dapat berupa lisan dapat berupa tulisan atau gabungan dari keduanya.
3. Deconding
Pada tahap ini dilakukan proses mencerna dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki
Komunikasi sosial yang dilakukan oleh dua pihak itulah yang memungkinkan terjadinya proses interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat. Tanpa komunikasi social, tidak mungkin suatu interaksi sosial dapat berlangsung. Bahasa merupakan media atau alat komunikasi yang paling efektif dalam proses interaksi sosial. Dua orang yang berebda bahasa tentu saja akan mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Orang di Indonesia yang sedang berkunjung ke Negara-negara eropa, jika tidak mampu berbahasa inggris, akan mengalami kesukaran dalam menjalin komunikasi sosial.
Dengan demikian, kehidupan masyarakat diwarnai oleh komunikasi sosial dan interaksi sosial. Di rumah, seorang anak berinteraksi sosial dengan orang tuanya. Di sekolah, berinteraksi dengan teman dan guru-gurunya. Di masyarakat, ia berinteraksi dengan teman-teman sebaya. Proses interaksi sosial yang berjalan efektif akan menciptakan keteraturan dan dinamika sosial.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

10:18 PM Add Comment
Menurut Charles P. Loomis sebuah hubungan bisa disebut interaksi jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Jumlah pelakunya dua orang atau lebih
2. Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang-lambang
3. Adanya suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang
4. Adanya tujuan yang hendak dicapai

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan

8:31 PM 1 Comment
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebutuhan itu berbeda. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan antara lain :
1. Peradaban, contoh : orang yang hidup pada zaman purba mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan orang yang hidup pada zaman sekarang
2. Faktor geografis/Lingkungan/tempat tinggal, contoh orang yang hidup di daerah pantai mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan orang yang hidup di daerah pegunungan
3. Budaya dan adat istiadat, contoh : orang Tionghoa mempunyai kebutuhan berbeda dengan orang jawa saat menjalankan adat istiadat masing-masing
4. Agama, contoh : orang Islam dengan orang Hindu mempunyai kebutuhan yang berbeda dalam hal beribadah

Pengertian Interaksi Sosial

11:26 PM 1 Comment
Pengertian Interaksi Sosial

Secara etimologis interaksi sosial berasal dari kata inter (antar/berbalas-balasan) dan aksi (tindakan). Sedang kata sosial berarti lebh dari satu orang (ditujukan untuk orang lain). Sehingga interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan sosial yang dinamis antar individu, individu dengan kelompok dan antar kelompok.
Interaksi sosial adalah peristiwa paling berhubungan antara dua pihak atau lebih, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik verbal maupun nonverbal. Menurut soerjono soekanto dalam bukunya, Sosiologi Suatu Pengantar 1990 : 67), Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan interindividu, antar kelompok, atau antara individu dengan kelompok.



Sedangkan Kimbal Young dan Raymond W. Mack menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok maupun antar kelompok (Alam S dan Henry Hidayat, 2008:3)

Macam-macam / Jenis Kebutuhan Manusia

10:23 PM Add Comment
Secara global Macam-macam/Jenis Kebutuhan manusia dapat kita klasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu :

1. Jenis Kebutuhan Menurut Tingkat Kepentingan / Intensitasnya

Jika kita lihat menurut tingkat kepentingan/intensitasnya maka kebutuhan dapat kita bagi menjadi 3 yaitu :

a. Kebutuhan Primer, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup layak atau dapat mempertahankan hidupnya. Contoh kebutuhan primer adalah makan, minum, berpakaian, tempat tinggal atau rumah.


b. Kebutuhan Sekunder, yaitu Kebutuhan yang dipenuhi setelah manusia mampu memenuhi kebutuhan primernya. Kebutuhan sekunder disebut juga kebutuhan pelengkap. Kebutuhan sekunder dipenuhi untuk melengkapi kebutuhan primer. Contoh : piring, sendok dan garpu digunakan untuk melengkapi kebutuhan primer yaitu makan, sehingga makan akan terasa lebih nyaman.


c. Kebutuhan Tersier, yaitu kebutuhan akan barang mewah yang tingkatannya lebih tinggi dari kebutuhan primer dan sekunder, yang biasanya untuk menaikkan status sosial seseorang. Contohnya : mobil (meskipun sebenarnya sudah punya motor), Perhiasan, Kapal pesiar dan lain-lain.Jenis Kebutuhan Menurut Sifat

2. Pembagian Kebutuhan menurut sifatnya ada 2 yaitu :
a. Kebutuhan Jasmani, yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani/tubuh, contoh : makan, minum, mandi, olah raga
b. Kebutuhan Rohani, yaitu kebutuhan yang berhubungan dengan kejiwaan/rohani, contoh : ibadah, nonton film, mendengarkan musik, refresing

 Rekreasi kalau dilihat berdasarkan sifatnya termasuk kebutuhan rohani

3. Jenis Kebutuhan Menurut Subjek yang Membutuhkan ada 2 yaitu :
a. Kebutuhan Individual, yaitu kebutuhan akan barang/jasa yang dibutuhan oleh tiap-tiap orang secara individu (tiap-tiap orang biasanya berbeda seleranya), contoh : makan, berpakaian, mandi
b. Kebutuhan umum/sosial, yaitu kebutuhan barang atau jasa dimana yang membutuhkan adalah banyak orang, contoh : jalan, jembatan, rumah sakit dan lain-lain
4. Jenis Kebutuhan Menurut Waktu
a. Kebutuhan sekarang/saat ini, yaitu kebutuhan yang waktu pemenuhannya tidak bisa ditunda, contoh : makan saat lapar, payung saat hujan, obat saat sakit dan lain-lain
b. Kebutuhan mendatang/masa akan datang, yaitu kebutuhan yang waktu pemenuhannya dapat ditunda untuk waktu yang akan datang, contoh : Laptop bagi siswa SD, Menikah bagi siswa SMA, mobil, villa dan lain-lain.

Pengertian Kebutuhan

9:48 PM Add Comment
Pengertian Kebutuhan :
Kebutuhan (needs) adalah segala sesuatu yang perlu dipenuhi agar manusia dapat hidup layak. Pengertian lain dari Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran. Sedangkan Wikipedia memberikan definisi lain tentang Kebutuhan adalah salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha..Kebutuhan manusia banyak sekali contohnya : pangan, pakain, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.


Pangan adalah salah satu contoh kebutuhan manusia



Loading...